Jumat, 10 September 2010

Teruntuk Kekasih Hati

Teruntuk kekasih hati
butir kasih tertuang dalam cerita
Menghenyakkan mimpi panjangku akan sebuah cinta
Bias tak mampu ku raba
Rantai kasih mengikat kuat rasa ini
Rasa yang tak pernah ku harap
Tulus mengasihi…
Kasihku kau yakinkan akan harap terpendam
Mengobati lara yang pernah ada
Perlahan kau rebut mahkota hati
Kau ikat terlalu kuat
Tak mampu beranjak dan takut terbangun dari mimpi yang kau lukis
Ketulusanku tak mampu ku tuturkan
Sayangku tak mampu lagi ku ungkapkan
Kan ku bawa rasa ini
Mengarungi asa tiada pasti
Terpenjara dalam kalbu
Kan ku kenang untuk kasihku
Harap terpendam terlalu dalam nan abadi
Dalam setiap derap kakiku

Rindu Sang Kasih

sedetik telah berlari...
tak mampu ku kejar dan tak kan kembali
terhenyak sejenak dalam mimpi fana
mengais kisah yang tersisa
bayang mengiring hari-hariku
memberi warna tiada tara
tak mampu ku lukis nan tanpa rupa
sekilas senyummu menghantuiku
belaimu mengikat kuat gerak sang raga
kasih,,,
tersadar dikala jauh
teriak rindu terlalu dalam
menguak sejuta rasa tak mampu berkata
tertegun lesu mengaharap hadirmu
ku tiup hembus sang bayu
halus terdengar rindu jiwaku untukmu

Ku Ungkap Rasa

kasihku,,,
ku persembahkan ini untukmu
ku coba mengenang rentang kisah
senyum ku lepas untukmu..
dan tangis ini bukan kesedihanku mengenal mu
ini tanda ku bahagia pernah menjadi bagian dari hidupmu

terima kasih atas waktumu yang terbuang untukku
terima kasih atas hati yang pernah kau bagi
meski ku tak bisa berkata lagi..

ku ingat begitu indah rasa yang pernah ada
ku mencintaimu tanpa ku sadari
ku merindumu dikala kau jauh
sayangku tak mampu ku ungkap
kasih yang terlalu dalam persembahan untukmu
kesederhaan rasa ini buatmu

tertalu singkat untukku bersamamu
terlalu cepat kita berpisah
mengakhiri kisah yang ada
bibir ini tak mampu bicara
mengungkap rasa yang terlalu dalam

meski sedetik ku menyayangimu
percayalah,, ini semua tulus
meski kata tak pernah mampu tuk bicara
meski hati ini kadang melukai..

kan ku bawa kenang,,,menghiasi jejak langkah ke depan
kau begitu istimewa,
tak ada yang mampu menggantikan
ku pendam dalam,,,,
ku simpan kasih untukmu
kan ku jaga dalam taman hatiku

kasih,,,
kisah ini bukan akhir
kita hanya terpisah oleh ruang dan waktu
tergenggam hati sampai tiba masanya
dikala kelak tak ada jumpa

maaf atas sikapku
ku sadar egoku merantaimu
tapi ini karena ku terlalu takut kehilanganmu
berat ku harus melepasmu...

Enggan

mungkin sekarang
ataupun nanti
entah kapan tak pernah jelas
mawar ini perlahan mulai layu
mahkota mulai bertebaran
dalam hempasan angin dan terpa hujan
perlahan namun pasti mulai goyah
kuntum wangi ragu mekar kembali
memberi keindahan,,,
tak mau berbagi setetes madu pada sang kupu-kupu
enggan menghempuskan aroma bagi pecintanya

tajamnya duri merupakan senjata hidupnya
perih menggores luka

Keabadian Aku dan Kau

sorot matamu membuatku terpaku
memukau tajam,,,
mengalir kekaguman mendalam
luluh,,,

perlahan kau mendekat,,menatapku
gemetar dikala bibir itu menyentuhku lembut
berbisik kata kasih
mendekap erat tubuh ini
memberi keyakinan hati
mencipta sukma sejenak
dalam redup sinar rembulan

berhias deru haru
saat kata itu kau ucap
penuh harap kau tuk jadi sang kekasih hati
permintaan tulus tuk menyayangiku,,,
permohonan hati tuk mengisi hariku denganmu

sejak kata itu terucap kaulah kekasihku
sejak saat itu kau dekap, hidupku hanya untukmu
kasih ini tak kan terbagi,,,
hati ini telah kau bekukan
dalam hening kesetiaan janji yang terucap

Batas Antara

ketika aku mulai dewasa
mungkin banyak yang ku lupa
ketika ku mulai pintar dan banyak belajar
mungkin ku jauh dari sadar
ku berdiri dengan pasti
menghirup kebebasan duniawi
gema silih datang menghampiri
menawarkan sejuta rasa

tak mampu menepis begitu saja
sulit ku lupa, ketika ku tak bisa jauh darimu
ketika ku tak mampu lewati hari tanpa belai kasihmu
bunda...
teimakasih ku telah terlahir darimu
ketegaran dan kesetiaan darimu
tak mampu ku bayar

Wangi Surga

lantun indah kitab suci menyambutmu
kelangkaan pada hari yang tak biasa
ketulusan dan kesucian sang hamba
iring kebahagiaan akan hadirmu
penantian panjang
bulan penuh ampunan
menyucikan jiwa yang telah banyak dosa
menghimpit nafas khilaf
mengharap balasan wangi surga
dan belaian sang bidadarimu

kebesaranmu,,,
mahkota jiwa
mengharap sepenuh hati
menanti hikmah besar
dari setiap peristiwa yang penuh maknalantun indah kitab suci menyambutmu
kelangkaan pada hari yang tak biasa
ketulusan dan kesucian sang hamba
iring kebahagiaan akan hadirmu
penantian panjang
bulan penuh ampunan
menyucikan jiwa yang telah banyak dosa
menghimpit nafas khilaf
mengharap balasan wangi surga
dan belaian sang bidadarimu

kebesaranmu,,,
mahkota jiwa
mengharap sepenuh hati
menanti hikmah besar
dari setiap peristiwa yang penuh makna

Sebuah Pengakuan

inilah pengakuanku..
kamu begitu berarti buatku
hadirmu anugerah dalam hidupku
tenang dikala ku di dekatmu
takut kau akan pergi

kau selalu ada buatku
pengorbananmu tak mampu ku ganti
sebuah rasa yang tak pernah ku minta
hati yang tak ingin ku bagi

kau lentera tak pernah padam menerangi
setia menemani dan menuntunku
merangkul dikala ku terjatuh
tempatku menyandar dikala lelah menyapa
ruang berbagi kesedihan dan duka
menghapus air mata lara

dengan lantun lembut tuturmu menyadarkanku
akan sebuah realita hidup

Mengurai Embun Rindu

berharap kamu ingat
ada waktu yang pernah kita lewati
saling berbagi kasih
meski kini tak mampu terulang
tak ku tak kuasa meminta
jalani yang tersisa

sadar dikala tetes embun basahi
menegurku dari mimpi tak pasti
menepis segala ragu
mendinginkan rinduku padamu
dalam genggam masa lalu


mencium aroma kebebasan sang bayu
terhampar di sudut gerbang antara
jejak langkah berduri
menapaki awan penuh gelombang
merangkai sayap-sayap
yang gugur....

Gema Merdeka

gema perjuangan,,,,
mungkin sudah banyak terlupakan
berbalut dalam romantisme sejarah
meruntut para pejuang
entah kapan kan berulang
yang pasti tanpa mengulang kesalahan

belajar dari kegagalan dan kemenangan
menjadikan bekal ke depan
generasi muda yang kini berbeda
darah juang yang mulai luluh dalam genang kehancuran

akankah lahir tombak perjuangan????
entah kapan dan bagaimana
tak pernah ada dalam benak manusia...
ego kini menjadi racun bagi kita

banjir darah tak pernah terlintas dalam nikmat sekarang
tertidur dan tak mau tau
ribuan nyawa jadi tumbal kebahagiaan yang hadir
hujan tangis mengring nyanyian kemerdekaan
sungai berdarah membelah dunia
tak mampu membersihkan

tak pernah mereka sadar
berat dan besar arti pengorbanan
hey anak muda
dimana otakmu?????
dimana hatimu kau kubur

pernahkah kini kau mengintip sedikit masa silam
pedulikah kau dengan kehancuran yang ada di tanganmu
tegakah kau membantai negerimu????

Bayang Semu

sesosok lelaki singgah sejenak untukmu
mengenal tentang hidup yang lebih
menanamkan arti hidup,,,
tak lelah menemaniku

setia ada untukku
dikala ku mulai mampu menatap jauh
perlahan dia menjauh
tak takut meninggalkan aku dalam kesunyian tercipta
tertanam keyakinan padaku
melewati hari tanpanya lagi

ayahku sayang

ayah,,,tak pernah terpikirkan olehku
ayahku kini kau mulai renta
berbalut uban putih mahkotamu
berkerut di permukaan wajahmu yang selalu ku rindu

ayah,,,,ku sayang padamu
terlepas dari kesalahan yang tercipta
terlepas dari kekurangan sang manusia
ayah,,,kau memang tak sempurna
tapi kau selalu memberikan yang terbaik buatku
ayah,,,,maaf ku tak bisa selalu mendampingimu
di sisa hidupmu kini,,,

ayah ku ingin kau tahu
besar kasih yang ku sisihkan hanya untukmu
ayah,,,
seandainya kita bersama selamanya
kan kujaga dirimu
tersimpan sayang hanya untukmu sang dewa hidupku

dalam jauhku berbayang rindu
selalu hadir di setiap hening yang ada
ayah,,,,terima kasih atas semua yang kau beri
terimakasih atas waktumu mengajariku
kau guru sejatiku
tak pernah lelah...
tak mampu kau mengeluh membimbingku
dalam setiap kenalakan yang ku buat
ayah tak mampu kau butakan hatimu untukku
kau terangi aku...
kau selalu melindungi dan membelaku
meski kadang ku tak hiraukan katamu

ayahku sayang....
andai ku punya waktu lebih lama
kan ku peluk kau sampai ku terpejam
dan aku tak ingin terbangun tanpa kau disampingku....

Selimut hati

gemericik bulir kasih mengalir darimu
terangkai indah meniti hari-hariku
lembut sentuh menghangatkanku dikala sepi
lantun kata terucap dari bibirmu mengikat yakin hati

kasih tulus ku rasa
mangobati lara yang pernah ada
luas menghampar...
terikat erat dalam genggam
terseret langkah melaju denganmu, tertatih
setitik dian menerangi
menuntun setiap langkah,,,,