Selasa, 16 Maret 2010

sepatu (sebelas Ipa Satu)

sepatu....namun kita bukan sepatu biasa
yang meninggalkan jejak
jejak yang tdk abadi


jejak kita akan selalu ada,,,abadi slamanya
kawan setiap langkah kita penuh makna
untaian kata, selalu berharga........

jalinan rasa yang mengisi relung sukma
rindu yang membelenggu,,,,,
mengiring langkah perjuangan hidup kita

rasa ini ingin slalu tetap satu bersama
mendekap erat saudara kita
jauh dalam asa

tetesan airmata kerinduan
tatapan jauh gapai impian
tak mampu menatap mata dan raga
bersatu dalam jiwa slamanya

kawan dimanapun kini kau berada
slalu penuh makna
untaian lembut katamu memaknai setiap hidupku
seulas senyum dikala dulu pengobat pilu
rangkaian kata tulus tanpa noda
doa yang slalu mengiring kesuksesan kita

JENGAH

Penat_tak mampu melawan
t'himpit relung tak pasti
terbutakan hamparan awan
gelap_mengakhiri detik hembusan ini
lunglai musnah raga..
Teriakan embunpun tak mampu memecahnya

terlalu lelah berjalan,
telah bosan mengintip harapan
begitu panjang meniti jalan,
hembus nafas terengah sudah
rumput bergoyang
lambang kerapuhan
setitik hitam melukiskan kepastian
jawaban rintihan insan yg tak b'daya

si kecil permataku

Terlalu lama ku simpan
terlalu jauh ku pendam
begitu erat kau ku ikat
rantai kasih yg begitu panjang

mungil dan lucu rupamu
polos wujud lahirmu
jagoan kecilku...
Permata keluarga

pengorbanan bunda tak pernah lelah
slalu ingin memberi yg terbaek
selintas senyum menghapus laraku,dukaQ,sepiku,
semangat juangku tak t'bentengkan oleh apapun

sakitnya daku melepasmu
tangisan darah mengantar jalanmu
lirih doa penghiburan di rumah abadimu
tak mampu lagi ku timang dikau
tak kuasa tangan ini membelaimu
kasih abadi bundamu
terpendam dalam hatiku
dalam kotak besi
yg tak akan kurang
meski karat menghantam
meski maut pisahkan kau dan aku

ku ingat tangismu memecah kesunyian
jeritmu mengundang kebahagiaan
tingkahmu mencuri perhatian

kehadiranmu tak akn tergantikan
tempat istimewa dalam hidupku
hancur lebur akan ketiadaanmu

ku nanti senyum dr surga
tercium wangi dr bumi
slamat jalan sayangku..

abang becak ayahku sayang

Saat petang masih membayang
sungguh gelap bumi ini
tak ada tanda kehidupan
sang jantan b'kokok di pojok desa
tanda pagi akan tiba
inilah hariku,inilah hidupku
tak ada satupun yg mampu mengusik
tiada orang yg merebut
hentak kaki memecah sunyi
kalah dg mata yg sayup tak bisa berkompromi_
terseret langkah malas meninggalkan peraduan

ku tatap anak istriku yg msh terlelap
terbuai_terlena mengharukan
entah apa mimpi mereka kini
di atas ranjau hebat manusiawi

kuraih kain kebesaranku
sutera compang camping menghiasi kulit keriputku
dingin benar sang bayu membelai lembut tubuhku
tak lupa caping kehormatan menemaniku
ku kalungkan tanda jasaku
persiapan menahan peluh

terseret langkah demi langkah
ku kayuh becak tuaku
terbata-bata doa pengharapan terucap
kepada sang Illahi..

Setiap kayuh nafas kehidupan
meniti jalan panjang
mengais sisa-sisa recehan
persembahan anak istri tersayang

tak t'putus harap dan kenang
tak berujung impian
belas kasih tak pernah ku mau
hilir mudik warnai rupa perjuangan
perjuangan kecil memikul cita dan cinta sejatiku
tak ku rasa lelah
tak mau menyerah
b'modal nafas terengah-engah
mengantar ke gerbang akhir zaman

puisi ini teruntuk ayah2 pejuang keluarga dan siapapun yg akan mjd ayah..

sungai berdarah

Sedetik begitu bermakna
sejalan tak kurasa
terbesit angan angan lampau

entah kapan tepatnya kulupa
yg pasti ditempatku kini berdirilah..
Lambat laun otakku berputar di masa dulu
terngiang jelas pekik itu
tak mampu terusik dentum cacian
menggaung dlm kotak perjuangan

kesatria genggam kemenangan
terbelalak ku pandang gegapnya pahlawanku
kesatria bambu
terpoles riak dibalik alang alang
membujur tangguh disetiap serangan
dentum peluru tak mampu koyakkan baju baja
yg melekat erat membalut tulang
ribuan jeritan penguat perjuangan
kalahkan senjata lawan
satu per satu kawan tumbang
namun semangat juang tak terelakan
relakan nyawa atas nama pengabdian
koyakkan ketakutan dan keraguan

sungai ini saksi abadi patriot
sungai ini lambang air mata penghormatan
hantar kepergian insan mulia

tetes darah juang mengalir di sungai ini
memberi warna sepanjang hilir
kurelakan darahku mewarnai bebatuan dan pasir
hanyut entah kemana

di atas jembatan ku kenang tragedi sungai berdarah

jembatan tua saksi buta
tak mampu berkata
jeritan,hentakan, tak akn t'dengar lagi..

gadis pincang

Paras yg cantik
terhias simpul senyum
menarik dan anggun

ceria,ceria ku liat dikau
tak pernah muram
damai ku rasa
iri liat kau terlalu gembira
keterbatasan yg ada
bukan jeruji bagimu
gadis pincang yg manis
rayumu bagai cambuk sesama
kan ku dekap dikau
ku terasa tak berdaya dikala bersanding dgnmu
gadis manis hilang kaki
bukan derita bagimu
jg bukan akhir perjuanganmu
tak pernah menyalahkan siapapun
terbalas sucinya hatimu
gadis yg ayu wajahmu
segenggam ketulusan hadir dlm nyata

satu kata penuh makna
menatap jauh ke depan
pelangipun tak mampu kalahkan keceriaanmu

kau tak mau menyerah
dikau slalu berjalan meniti hidup

ku minta kau pada-Nya

Sudah ku duga
entah kapan tp ini pasti
pengharapan yg terlalu dalam
nan tak kunjung datang

kau hadir tanpa ku minta
kau singgah begitu saja
setitik kau beri rasa
titik itu kini membekas
walau kecil tp ada
tak mampu tertutupi
bekas itu bukan noda
dan bukan lara
meski perih terasa
namun akan tetap ada

begitu cepat kau pergi
terlalu singkat alunan hati
entah bagaimana lagi
ku coba tuk hinggapi
ku pinta jgn pergi
tapi tiada lagi ruang itu
terlalu jauh dan ku rapuh
tak mampu tuk dipijak
entah kemana lari

mata ini bersinar terang
akan adanya kepastian
tak menyerah pada keadaan
menerawang jauh,tanpa henti

ku punya harap
setiap kata terucap
permohonan yg luas menghampar
tertarik dalam pusaran
penuh keyakinan

meski sukar terengkuh
ku cukup sadar
kini ku lakukan yg ku mampu
meski kau tak pernah tahu
ku minta kau pada-Nya
terikat kuat
sepenuhnya..
Akan ada keajaiban
yg datang
penuh ketulusan

ku minta kau pada-Nya
ku titipkan apa yg ada
ku minta kau pada-Nya
tida ragu..
Akan tetap ku minta..

dentum detik yang terus mengejar

Lihatlah dinding itu
roda kehidupan terus jalan
tiada henti tak enggan mengejar
terus,dan terus tak pernah puas
dan tak bisa bias
jarum itu pertanda hidup terus berjalan
berjalan apa adanya
tak ada sapa dan tawa
letih ku cari
namun tak mampu berhenti

kapan dan apa yg menanti
adalah misteri

tertegun,terpaku..
Tiada daya tanpa rupa

di pengasingan

Pengasingan yg tak pernah sunyi
disini ku ditempa
terlepas dr kemauan
di sore ku termenung
cemas,gelisah tak tentu
satu per satu masalah menyapa
jiwa yg terbelenggu
rindu semakin pilu
rintik hujan cucuran langit
begitu mendung nampak di pinggir jendela
ku hela panjang

ku ditempa keadaan
sejenak pergi dr orang-orang yg ku sayang

nampak gedung tua di seberang
ditengah hamparan sawah dan ladang

disini dikau tuntut aku untuk teguh
berdiri tangguh

di pengasingan yg dihimpit akan kesuksesan
akan terangkai rantai kebahagian
kini harus ada yg ku korbankan

tapi tak kn ku biarkan hilang tenggelam
ku kan menjemputmu kelak

ketika ku lepas
layakY merpati
bebas terbang bawa harapan
meski msh dalam angan

Tuhan beri aku kasihmu
pegang tanganku agar tak pernah ragu
Tuhan kan ku gapai impiku
dgn kekuatan cintamu
Tuhan pelita dlm kegelapan
dian kehidupan
Tuhan ku yakin sepenuh jiwa
kau siapkan aku permata surga
tercium wanginya

gedung garuda

Tiga tahun berlalu
semua msh sama
dulu,sekarang atau nanti adalah keadaan
ribuan halang kita lewati
di tempat ini terukir masa depan

dulu kita yg polos
tak saling kenal
awal kebersamaan kita
beda menghiasi pelangi hidup kita
disini lahir generasi muda
cerdas dan penuh harapan
kelak kita harus memberi pengabdian
kembali menjunjung nusantara
dr sabang sampe merauke kita berada
berdiri tegak penuh tanggungjawab

kawan kebersamaan kita tdk sampe disini
kita adalah pejuang sejati
harapan nusa bangsa
tugas mulia dipundak kita
mengiring langkah setia
semoga kelak kita dpt jumpa
dgn mahkota kesuksesan
kawan slamat jalan
meski tak mudah melepaskan
yakinlah kita akan tetap ada

ingatlah di gedung garuda ini
lambang perjuangan yg msh panjang
bebas terbang kemanapun kita mau dan mampu
dgn keagungan sang garuda
kokoh mempesona
gedung garuda saksi buta pertemuan kita
berusaha memberi yg terbaek

jeritan kawan

Kawan kini kita beranjak dewasa
lewati masa demi masa
kawan kau teman perjalanan istimewa
kawan kebersamaan ini
keluh kesah kau,aku dikala itu
bertempur dg waktu
kawan kau dan aku tak pernah sama
tak bs disamakan
kau adalah kau dg sisi hidupmu
aku akn tetap aku
kawan setiamu

andai ku mampu kan ku jaga slalu
terangkai sayap2 perjuangan
terpaku dlm kedamaian

kawan sesat semakin hebat
dekat tak mampu mengikat
terbatas ruang dan waktu

hamparan kisah antar kita
ku trima kau apa adanya
tersanding mesra
tak peduli apa yg terjadi
ku bangga punya dikau
ku haru dikala sendu menyapa

tak terasa,tak ku sangka
tahun berganti tahun
tak terdengar lg sendau guraumu
tak ku liat lg hempusan tawamu
mendung sudah auramu

ku ingat peristiwa itu
hampir renggutmu dr aku
merebut keindahan yg tercipta
iri akan aku dan kau

kau tetap kawanQ
tanpa pijakan pun kau tetap bagian hidupku
kesempurnaanmu bukan harga mati
ternganga ku liat senyummu
tersimpul manis dan lugu
kau tetap berjuang
kau tetap hibur aku
satu pintamu dan tak pernah ku ragu
tak ada tangisan sambutmu
haru akan pengorbanan
kenang stiap saat

tak t'dengar rintih
tak ada sedih

ku tau,dalam dan jauh
jeritan perihmu
slalu kudengar,,pahit ku rasa
dalam keterbatasan yg ada

kawan,kawanku stiap waktu
maut menjemputpun ku harap kerelaan
penghormatan t'akhir
kawan ku nanti dsini
kau,aku tetap ada meski tak nyata

lukisan doa

Nikmat mana lg yg tlah terdustakan
tak cukup ku bersyukur pada-Mu
di bumi yg tiada tara
menginjakkan kata membekas noda
terlalu segan ku sujud
angkuh sekali diri ini
kesombongan menguasai

terlalu bnyak ku lupa
sungguh segan memahami
sesuatu tanpa batas
kerasnya tak mampu lapukkan karang
terhempas ke lembah nista
terpuruk dlm dosa

tersadar saat tak berdaya
nikmat yg tiada tara

tak pernah terlambat tuk sadari
meski sering khianati
Tuhan ku rengkuh segenap jiwa
ku nanti sentuh pengampunanMu
belai lembut damai

segarnya terhirup kasihmu
tak lekang waktu

ku genggam puing rapuh

Puing-puing sisa lampau
remuk sudah terlihat
terlalu sukar tuk disatukan lagi
sungguh sayang terbuang sia-sia
kuratapi tanpa henti
tak terasa peluh membanjiri
sulit terbendung

puing penuh harapan
tercipta masa depan
puing yg kini tak berguna
tak berdaya,tak begitu indah

teriring tangis penyesalan
bahkan tak tergantikan..

Kuraup sisa yg ada
kusatukan sepenuh jiwa
tergoles sakit dan luka
ku genggam dg cinta

puing ini kn kujadikan simpanan harapan
yg lewat secepat kilat
slalu beku meski tak kn jd abu

genggaman ini menguatkan langkah
meniti dp pasti
ku bertahan dlm kisah ini
pintaku jgn pernah kau pergi
ku pahami rasa ini

ku raih kekuatan
kan slalu berjuang
ku kenang dg indah
terlintas senyum doa penantian
penantian panjang

langkah yg tak pernah lelah
keyakinan yg sgt pasti
tak pernah sedetikpun ada ragu
berdiri memulai lagi
meski akan terjatuh tak mampu
puing ini tongkat kekuatan
tergenggam erat meski menggores luka

musnah raga

Langit yg terlalu tinggi
tak sampai memandang
hamparan laut yg luas
tak mampu ku sebrangi
tangga hidup sulit ku daki
hilang,lepas acuan
tak terkendali luapan emosi
emosi dan obsesi berujung frustasi
desah nafas t'henti
detak jantung ikut mati

sirna pelita hati..
Semerbak meracuni kilauan bintang

tersimpan dalam kau..
Tak ada yg tau
tak satupun mampu mereguknya
hingga saat tak tentu

terdistorsi oleh waktu
terhianati kepercayaan ini
sejauh meniti tak mampu ku temui
mengikat terlalu erat
melebur dalam..terlalu dalam

terwujud dalam penantian
penantian yg sgt panjang
tak ada ujung..

Lunglai tak berdaya
menusuk butir raga

kan ku simpan
dan ku jaga
tak tau sampai kapan
tak begitu jelas bayangan

tak satupun mampu gantikan
redup ditelan kegelapan

seperti mimpi

Tak jelas kapan
entah dimana..
Terlalu cepat smua terlewat
indah harapan,manis untaian jelas tak pasti

tertegun pandangan ini
menjadi semakin kabur bayang itu
terlalu jauh tuk gapai
perjalanan panjang tinggal harapan
terhentak sejenak akn kenyataan
semu,semu yg ada
halilintar yg menyambar
pecah,musnah membelah

mimpi hanya mimpi
mimpi yg tak pasti
mimpi yg terikat jelas
mimpi yg harus ku lepas
terukir indah dg pena kasih
menggores lautan hati

mimpi tetaplah mimpi
tak mampu ku ikat
tak kuasa ku tolak
mimpi laksana pasir
tergerus ombak,hilanglah sdh jejak
tak mampu menyatu
semakin erat ku genggam
semakin cepat menghilang

lepaskan mimpi..
Bebaskan hadir dikala nanti
teralun bisikan
yg harus didengar

gaum yg tak mampu bias
terkoyak impian surgawi
lena akan rayuan sang bidadari

mini book

1. Harus Dipelajari dan Diperiksa dengan Cermat

D

alam melakukan sesuatu (mengambil keputusan pribadi, bisnis, organisasi dll) maka harus mempertimbangkan sebab akibat, sehingga dapat menanggung resiko yang muncul(sukses atau gagal). Benar atau salah, sukses atau gagal, hitam putih adalah pilihan dalam hidup. Jadi untuk meminimkan resiko gagal maka segala sesuatu harus dipelajari dengan baik dan ditelaah lebih lanjut.

2. Analisa dan Pelajari Lima Factor (Moral, Cuaca, Dataran, Sifat dan Doktrin Serta Hukum) dengan Teliti

L

ima factor, merupakan modal dasar meraih kesuksesan. Moral dan sifat adalah mutlak milik individu (pembentukannnya dipengaruhi secara alami, bakat, keluarga, lingkungan, pendidikan), dan akan diterapkan di lingkungan (dimana dipengaruhi cuaca dan dataran) bagi yang tidak dapat menghadapi kondisi cuaca dan dataran yang senantiasa dinamis maka tidak dapat bertahan. Namun, semua itu juga harus disesuaikan dengan doktrin yang berlaku di masyarakat. Jika factor-faktor tersebut dapat dijalankan dengan baik dan seimbang maka individu yang lolos seleksi akan survive dan keluar sebagai pemenang bagi dirinya.

3. Bandingkan mereka dengan orang-orang (musuh) untuk memahami berbagai kondisi dan keadaan yang terus berubah dan untuk menilai peluang kemenangan

M

usuh atau pesaing kita akan mempersiapkan strategi jitu untuk memperoleh keinginannya. Dan mempersiapkan diri atas kondisi yang dinamis untuk mengasumsikan peluang menang. Kita harus selalu waspada dan siap dalam segala kondisi serta situasi.

4. Cuaca mengacu pada perubahan yang kontras antara malam dan siang hari, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas dan perubahan musiman

K

eadaan yang dinamis dengan segenap perubahan yang ada akan menjadi shock terapi bagi yang tidak siap menghadapinya. Agar siap maka, harus mempunyai mental yang tangguh dan daya saing kuat. Diperlukan kesiapan dan keyakinan bahwa kita mampu bertahan dengan segala keadaan. Tampil sebagai pemenang sejati.

5. Dataran mengacu pada apakah rute yang akan diambil panjang/pendek, apakah tanahnya berbahaya, aman, lebar atau sempit dalam hubungannya dengan kelancaran pergerakan dan apakah tanahnya akan menentukan kematian atau kelangsungan hidup

U

ntuk melakukan sesuatu maka hendaknya selalu mempertimbangkan apa yang akan dihadapi. Apakah langkah yang diambil menguntungkan atau tidak.

6. Doktrin dan hokum mengacu pada organisasi dan control, berbagai system dan prosedur manajemen, serta struktur perintah dan control bagi penempatan sumber daya

A

turan, norma yang berlaku tidak lepas dari birokrasi dan pengawasan dari pihak terkait. Dimana dalam aturan tersebut sudah diatur tentang yang boleh dilakukan dan yang dilarang. Dalam pelaksanaannya hendaknya jangan melanggar.

7. Orang yang mampu menguasai ke-5 faktor itu akan menang

T

entu saja dalam persaingan orang yang mempunyai persiapan (strategi dan taktik) yang tepat dan memahami kemampuan serta lingkungan maka ia akan menjadi kesatria sejati.

8. Orang yang tidak memahami ke-5 faktor tidak akan menang

S

eseorang yang tidak paham siapa dirinya dan kekuatan (kelebihan yang ia miliki) dan tidak dapat hidup dengan segala situasi, ia adalah seorang yang sudah kalah sebelum bertanding.

9. Pihak mana yang mampu memanfaatkan cuaca dan dataran secara lebih baik

M

aknanya adalah yang mampu menempatkan strategi dan teknik sesuai dengan keadaan, maka ia lebih baik dari musuhnya. Ini adalah langkah awal kemenangan. Penempatan sesuai dengan skill, knowledge dan kuantitas yang tepat.

10. Pihak mana yang mampu melaksanakan dan menerapkan hukum dan perintah secara lebih efektif

Agar persaingan terus berlangsung dan keluar sebagai sang juara maka harus memperhatikan aturan yang berlaku. Jadi tidak ada halangan yang menghambat. Dalam hal ini dapat melakukan tindakan dan memanfaatkan waktu secara efektif.

11. Dari 7 dimensi ( pengaruh moral, kemampuan dan keterampilan, keuntungan dari cuaca dan dataran, pelaksanaan dan penerapan berbagai hukum dan perintah secara efektif, keunggulan kuantitas dan kekuatan, pelatihan efektif serta pemberian hadiah dan hukuman yang tercerahkan), saya akan mampu mendiagnosis dan meramalkan kemenangan dan kekalahan

S

etelah memahami 5 faktor itu diperlukan latihan dan insentif. Latihan yang efektif akan memperkuat posisi, serta dibutuhkan insentif untuk memunculkan impuls (rangsangan) menjadi yang terbaik atau justru akan mengalami kegagalan akibat kecerobohan.

12. Menciptakan keadaan menunntut seseorang untuk bertindak secara menguntungkan sehingga dapat mengendalikan keseimbangan kekuatan

M

anusia ibarat sekeping uang yang terdiri dari dua keeping. Satu sisi adalah wujud kelebihan dan sisi lain merupakan kekurangan. Ini mutlak ada pada diri masing-masing, dimana jarang sekali orang yang menyadarinya. Orang yang menonjolkan kelebihan tanpa memandang kekurangan ia adalah katahori sombong. Apabila suatu saat mengalami kegagalan maka akan sulit untuk bangkit. Sedang orang yang tidak yakin akan kemampuannya ia tipe orang yang kurang percaya diri (bersifat pesimis), tipe ini akan dapat tumbuh apabila diberi rangsangan (motivasi) untuk maju. Dan iorang yang sukses, mereka yang mampu melihat kelebihan dan menyadari kekurangan dirinya, sehingga selalu ada control tindakan.

13. Jadi bila anda mampu, berpura-puralah tidak mampu

L

ebih baik orang memandang kita rendah(tidak mempunyai skill) jadi dalam kompetensi, ia akan merasa unggul dan muncullah kesombongan. Situasi ini ia akan lengah dan kita manfaatkan untuk menunjukkan skill kita yang berkompeten.

14. Ketika anda mampu menempatkan kekuatan anda, berpura-puralah anda tidak mampu melakukannya

K

etika kita sudah merasa siap (skill, kesehatan, mental dsb) dan mempunyai strategi dan taktik yang tepat maka lebih baik menyimpannya (jangan mempublikasikandan tidak sombong), sehingga orang lain tidak tahu kesiapan kita dan akan meremehkan.

15. Ketika anda hampir mencapai tujuan anda, berpura-puralah anda masih jauh sekali dan bila anda masih jauh sekali dari tujuan anda, berpura-puralah anda sudah dekat

- Agar apa yang sudah kita perjuangkan dan kemenangan di depan mata tidak dihancurkan orang lain

- Ketika keinginan masih jauh maka harus dimanipulasi sudah akan tercapai agar motivasi tetap ada dan mengundang perhatian serta dukungan dari orang-orang yang bersimpatik, sehingga akan mempercepat terwujudnya mimpi kita.

16. Ketika musuh rakus untuk mendapatkan keuntungan kecil, tawarkanlah umpan untuk memikatnya

K

etika orang lain menginginkan hal-hal sepele biarkan untuk meraihnya, jangan dihalangi (walaupum sebenarnya kita juga menginginkannya). Dengan begitu maka ia akan terlena oleh apa yang ia dapatkan dan tidak memperdulikan keuntungan/hasil besar yang lebih menjanjikan.

17. Ketika musuh dalam keadaan kacau balau dan berantakan, lancarkan serangan dan tangkaplah ia

S

ebagai seorang individu manusia harus selalu waspada dan pintar membaca kondisi yang menguntungkan. Ketika lawan (bisnis, belajar dll) sedang menghadapi masalah pribadi maupun ada kekacauan intern maka kesempatan emas untuk mengalahkannya.

18. Ketika musuh kuat dan efektif, bersiaplah sungguh-sungguh dan siap untuk menghadapi

H

idup adalah pilihan dan pilihan itu ada persaingan, persaingan ada yang menang dan kalah. Ketika orang yang kita hadapi lebih unggul(skill, knowledge, money, fisik dsb) maka kita juga harus menyusun peta kekuatan minimal sama dengan orang yang akan dihadapi.

19. Ketika musuh jauh lebih unggul dan sangat ganas, adalah lebih baik untuk menghindarinya

P

ada saat lawan memiliki kompetensi yang unggul dalam segala bidang dan mempunyai persiapan yang matang, maka lebih baik mundur (bukan berarti kalah/ mengalah) , apabila maju akan kalah (membuang waktu, tenaga dan pikiran) lebih baik mundur dengan tujuan menyusun rencana selanjutnya yang lebih matang dan efektif.

20. Ketika musuh mudah dibuat marah, carilah jalan untuk menggusarkan dan menjengkelkan

K

etika kelemahan lawan telag terbaca maka , sebaiknya kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya. Apabila ia cenderung temperamental maka ini merupakan lubang kekalahan yang ia gali sendiri.

Jika sedang marah, dengan ini dapat dipancing untuk menaikkan kemarahan. Dalam kondisi ini ia akan sangat lemah dan tidak waspada, sehingga mudah digulingkan. Tanpa membutuhkan tenaga, waktu dan uang yang banyak kita dapat memperoleh kesempatan emas.

21. Ketika musuh memandang rendah anda, hendaklah anda semakin mendorong kesombongannya

T

erkadang orang yang merasa memiliki kemampuan dan keahlian, ia akan lebih mudah memandang rendah orang yang akan ia hadapi (namun tergantung individu). Jika ia melakukan ini berarti ia telah memenggal kepala sendiri. Menghadapi orang yang berkarakter ini, sangatlah mudah yaitu dengan membiarkan kesombongan menguasainya dan mendorongnya untuk lebih sombong. Ia akan cepat lupa daratan dan mudah dikalahkan. Ibarat peribahasa senjata makan tuan. Jadi kita harus menghargai orang lain sekecil apapun jabatan, harta maupun kemampuan. Ini merupakan sifat manusia yang terbatas (hanya Allah yang tidak dibatasi ruang dan waktu). Terkadang orang yang kita remehkan suatu saat ia akan lebih dari kita dan menjadi dewa penolong.

22. Ketika musuh beristirahaht dengan baik (segan), gunakanlah berbagai cara untuk membuatnya lelah

J

angan pernah membiarkan lawan (musuh santai menikamati yang ia punya ). Buatlah ia untuk sibuk dengan segala masalah yang ada atau peristiwa (umpan) dan biarkan kelelahan. Ketika ia sudah sangat lelah giliran kita mengambil peta kendali. Dan segera mengambil posisi.

23. Dengan perencanaan yang kurang menyeluruh / terinci, seseorang tidak dapat menang

D

alam menjalankan rencana maka harus dibuat rencana (strategi dan taktik)yang tepat. Sehingga akan lebih mudah mencapai tujuan yang di inginkan. Namun bila kita langsung bertindak tanpa ada acuan dan rencana yang menarik kita, maka kegagalan sudah menanti di depan mata. Rencana tanpa tindakan adalah kosong, tindakan tanpa rencana adalah sombong.

24. Betapa pastinya kekalahan bila seseorang tidak merencanakan sama sekali

R

encana tanpa tindakan adalah kesombongan, dimana ia merasa mampu menang tanpa rencana dengan mengandalkan skill dan knowledge yang dimiliki. Kesombongan akan menghancurkan pribadi dan masa depan. Seperti dalam manajemen POAC (Planning, Organising, Action dan check ) dimana awal tindakan adalah rencana yang diorganisir, baru melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan menngevaluasi untuk mengambill kebijakan selanjutnya. Sebelum menyusun rencana hendaknya telah mempersiapkan semua keperluan dan mempelajari semua kemungkinan. Dalam negosiasi hendaknya rencana yang siapkan lebih dari satu, hal ini untuk mengantisipasi jalan buntu. Dimana akan mengambil win-win solution atau win-loose.

25. Dengan mengamati bagaimana perencanaan dilakukan, saya dapat meramalkan kemenangan dan kekalahan

R

encana yang baik dan matang pasti akan memberikan kemenangan dan keuntungan. Seseorang yang melangkah tanpa adanya rencana bagai orang buta berjalan, meraba-raba dengan tak pasti. Tanpa rencana maka apa yang dilakukan membuang-buang waktu. Jika rencana sudah matang maka dapat bertindak sesuai dengan strategi yang telah disusun.

26. Bila burung bangau dan remis besar berkelahi, nelayan akan mendapatkan keuntungan

S

Ituasi yang tercipta akibat kekacuan yang muncul jika para orang penting (berkuasa) saling bertikai maka akan menciptakan peluang bagi orang kecil(rakyat). Mereka saling berebut kepentingan masing-masing dan telah lengah bahwa ada orang yang mengambil kesempatan ini.

27. Bila belalang sembah memusatkan perhatian untuk menangkap belalang lainnya, ia tidak bisa melihat burung pipit di belakangnya

o

rang yang terlalu fokus pada targetnya dan mengesampingkan hal yang lain, maka bisa terjatuh. Tidak disadari bahwa dibelakangnya ada musuh yang lebih kuat dan siap untuk mengalahkannya. Hanya karena ia terlalu fokus pada tujuan kecil yang ingin dia dapatkan. Padahal sudah ada musuh lain yang mengintanya tanpa ia sadari. Dalam segala hal kita harus selalu waspada dan peka terhadap sekitar.

28. Ia yang tidak mengenal pihak lain dan dirinya sendiri cenderung kalah dalam setiap pertempuran

P

emahaman tentang karakter pribadi dan orang lain akan sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Seseorang harus tahu seberapa jauh ia mampu dan kelemahan yang ia miliki. Dengan hal ini maka ia akan mampu menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan yang ia miliki. Tidak cukup itu,

29. Ia yang tidak mengenal pihak lain tetapi mengenal diri sendiri memiliki suatu peluang yang seimbang untuk menang/ kalah

K

Ondisi yang ada menuntut seseorang mampu menempatkan diri dengan baik. Orang yang unggul adalah yang mampu melihat kelebihan yang ia miliki. Ini mampu mengantar pada gerbang kemenangan maupun jurang kekalahan. Ia harus pandai-pandai melihat situasi yang terjadi. Adakalanya ia mampu memanfaatkan kemampuannya untuk meraih tujuannya.

30. Kenali cuaca, kenali dataran maka kemenangan tidak terbatas

S

Etiap orang selalu mengharapkan yang terbaik dalam hidupnya. Orang yang mampu melihat kondisi yang terjadi dan mampu mengenal sejauh kemampuan dirinya dan mampu menempatkan diri adalah pemenang. Kepekaan akan apa yang terjadi modal utama meraih impiannya. Senjata tanpa batas untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan sejati.

memahami orang lain juga sangat menentukan kesuksesannya. Dengan memahami orang lain maka kita akan mampu menempatkan diri pada situasi yang baik demi kelancaran tujuan.

Jadi

Tidak setiap derita jadi luka

Tidak setiap sepi jadi duri

Tidak setiap tanda jadi makna

Tidak setiap tanya jadi ragu

Tidak setiap jawab jadi sebab

Tidak setiap seru jadi mau

Tidak setiap tangan jadi pegang

Tidak setiap kabar jadi tahu

Tidak setiap luka jadi lara