Minggu, 30 Oktober 2016

Untuk Dia di Surga

Ada rindu yang tersimpan Ada sayang yang terpendam Hanya mampu kusampaikan lewat untaian doa Ingin rasanya sekali saja aku bisa memelukmu Namun kita tak pernah bertemu Andai engkau ada,kini ku mampu berbagi beban denganmu Harus aku terima Bahwa engkau bahagia disurga Menanti kami Semoga Tuhan mempersatukan kita di surga

Badai Kehidupan

Purnama ditengah lautan Bias sinarnya melukis jelas deru ombak Menerangi hamparan buih tak berujung Menyapu butiran jejak yang tertinggal Mengantar pada lembaran cerita hidup baru Nampak perahu bertarung dalam badai Mengarungi amarah di tengah samudera Layar berkibar bebas terbalut sang bayu Membangun impian,melepas segala kenangan Mengarungi samudra mengelilingi ribuan hamparan pulau Mencari tempat berlabuh Memeluk pasang dibawah sinar yang mulai redup Tergantikan dengan fajar menghangatkan sebatang raga

Rabu, 12 Oktober 2016

Rindu yang Redup

Senjapun mulai redup Tertutup awan hitam yang menyambut pekatnya malam Berbalut sunyi Dan belaian semilir bayu Memecah kehangatan jiwa nan bimbang Perlahan namun pasti Rindu berlalu... Penantianpun sirna terhembas dinginnya sikapmu Tak ingin bertahan tanpa kepastian Tak ingin pergi sendiri Mencoba menjaga hati Berpura-pura lupa bahwa aku terluka Hingga tiba saat aku benar-benar lupa Ada setitik rindu tersimpan Ada hati yang lelah menanti Dan aku tegar membangun altar mimpiku Meski tanpamu...

Rabu, 20 Juli 2016

Lamunan Malam Ini

Selayang pandang tertuju pada sesosok lelaki Yang tengah asik bergulat dengan kepulan asap rokok Di teras termenung menikmati atraksi kegalauan hatinya Terlihat jelas sorot mata jauh menerawang Mencoba menembus batas dilema Gemericik air dari kolam sebelah melengkapi irama hatinya Semakin jauh menyelam pada masa lalu yang kelam Kehilangan orang yang ia cintai Penyelasan yang teramat terlambat Semua telah pergi,semua kisah berganti Namun ia masih tetap termenung seorang diri By: Anjani

Minggu, 10 Juli 2016

Jalan Hidup

Pada saat masalah menghampirimu,janganlah berkecil hati Itu adalah pasangan hidupmu Itu adalah takdirmu Sesuatu yang sudah dipersiapkan Tuhan untukmu Bahkan sebelum kau dilahirkan Semua telah terukir indah di lauhul mahfudz Itu adalah pelengkap hidupmu Itu adalah gurumu,maka cintailah dia Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya Karena semua orang akan menerimanya,tanpa terkecuali Selayaknya seperti orang-orang sebelumnya Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu Terimalah itu sebagai bekalmu,untuk perjalanan panjangmu Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu Sedangkan kau menyadarinya Lapangkanlah dadamu,sehingga luas,tempat ilmu yang berguna Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya

Selasa, 28 Juni 2016

Dermaga Penantian

Sinar purnama mengikat janji
Tuk menanti hadirmu di dermaga ini Menatap gelombang air tanpa ujung Melukiskan kegelisahan akan hadirmu
Ku duduk di tepi dermaga
Berselimutkan dingin yang meremukkan tulang
Sejenak lamunanku ke masa silam
Aku dan kamu merangkai janji Menggenggam erat jemariku
Terikat keyakinan
Kini aku masih tetap pada janjiku Menantimu di ujung dermaga
Sinar itupun semakin sirna
Terbalut kabut yang membentuk wajahmu diujung sana
Semakin jauh jarak ini
Semakin kabur pandanganku
Bayangmu pun tak mampu ku raih
Hilang seiring memudarnya sinar dalam kabut malam

Anjani

Tuhan Aku Ingin Kembali

Sepenggal kisah perjalanan hidupku Bercerita akan suka dan cita Melewati kisah cinta sejuta umat Tersirat harap terlantun dalam doa Desir angin menyelimuti raga yang kian sunyi Merindu belaian Tuhan-Nya Memadu kasih terwujud dari syair-syair dzikir Keluh kesah dan derai air mata surga mengalir tiada henti Selama nafas dan detak jantung menghiasi hidup Meski langkah semakin berat, Jiwa penuh kekosongan Anganku hilang arah dalam riuh drama manusia Tuhan bawa aku kembali... Rangkul aku menuju jalan pulang Peluk aku dalam damaimu Hapuskan noda fikirku Sembuhkan lukaku By: Anjani