Senjapun mulai redup
Tertutup awan hitam yang menyambut pekatnya malam
Berbalut sunyi
Dan belaian semilir bayu
Memecah kehangatan jiwa nan bimbang
Perlahan namun pasti
Rindu berlalu...
Penantianpun sirna terhembas dinginnya sikapmu
Tak ingin bertahan tanpa kepastian
Tak ingin pergi sendiri
Mencoba menjaga hati
Berpura-pura lupa bahwa aku terluka
Hingga tiba saat aku benar-benar lupa
Ada setitik rindu tersimpan
Ada hati yang lelah menanti
Dan aku tegar membangun altar mimpiku
Meski tanpamu...