sejenak melepas pandang jauh pada rona fajar di ufuk timur
menandakan hari kan segera berlalu dengan segenap rantai kehidupan
yang saling bersambut menguatkan memori jiwa dalam peraduan kisah
pada siang yang menghangatkan
mengantarkan ke gerbang cita-cita masa depan
mengingatkan rayuan juang jiwa muda
menggoda insan dalam lena cumbu sang bidadari
di sini batas malam yang kelam
bersandar pada kesunyian malam
dan meniti menghitung mimpi yang akan kuraih
dalam terang cahaya bulan dan bintang kedamaian
entah dengan siapa aku kan bersua dalam kerajaan mimpi
entah bagaimana aku merangkai indah bunga tidurku
sehingga aku lelap dalam memori malam ini
di pembaringan ini kunanti uluran lembut tangan suci
dari sesosok manusia yang bersedia mengarungi hari-hari bersamaku
dan memulai kisah yang mampu menorehkan sejarah dalam kilau cahaya bulan
yang tenang dan lembut membalut gelapnya sang malam
menggores memori singkat lewat dialog sederhana perbincangan hati kita
menikmati persenggamaan rindu yang enggan berlalu
antar insan yang lama tak bersua
nampak jelas kebahagiaan terpancar dari sudut mata yang dibuai asmara
terlalu berat beranjak dari pembaringan memori menjelang malam
melanjutkan kisah hingga akhir nafasku
dan tenggelam tertelan dinginnya malam
Minggu, 30 Oktober 2011
Tentang Aku
aku,,,aku,,,,satu kata tanya yang masih terngiang jelas di telingaku
ragu akan tugas kehadiranku diantara sejuta umat
selintas galau jiwa yang mencari tuannya tiada henti
bahkan laksana riak badai di tengah padang gersang
wajah tua yang mulai dihiasi keriput kelelahan
akan mengukir sejarah kehidupan menuju pusara tempat akhir kehidupan
kini kusandarkan pada kursi yang mulai rapuh
perlahan memutar kembali drama tentang aku, kau, mereka dan kita yang telah lalu
mengenang manis yang tertelan dan pahit yang mewarnai cerita antara kita
selintas seperti roda mimpi dengan segenap bintang yang menerangi malam
memanjakan mata memandang membuat gusar alam pikiran
pada sisa hari yang sebentar lagi usai
masih adakah kesedihan tempat untuk istirahat sejenak
ataukah kesepian yang dengan setia menyelimutiku
menghantui lirih dalam nyanyian sayatan makna tentang aku
kini, lalu dan esok perputaran waktu
atau sekedar kata yang entah sudah sirna dalam asa panjang
tinggallah tulang rapuh yang menanti hari terakhirku mengirup desah lirih angin
membaur sejuknya belaian embun pagi dan cantiknya senyum sang mentari
ragu akan tugas kehadiranku diantara sejuta umat
selintas galau jiwa yang mencari tuannya tiada henti
bahkan laksana riak badai di tengah padang gersang
wajah tua yang mulai dihiasi keriput kelelahan
akan mengukir sejarah kehidupan menuju pusara tempat akhir kehidupan
kini kusandarkan pada kursi yang mulai rapuh
perlahan memutar kembali drama tentang aku, kau, mereka dan kita yang telah lalu
mengenang manis yang tertelan dan pahit yang mewarnai cerita antara kita
selintas seperti roda mimpi dengan segenap bintang yang menerangi malam
memanjakan mata memandang membuat gusar alam pikiran
pada sisa hari yang sebentar lagi usai
masih adakah kesedihan tempat untuk istirahat sejenak
ataukah kesepian yang dengan setia menyelimutiku
menghantui lirih dalam nyanyian sayatan makna tentang aku
kini, lalu dan esok perputaran waktu
atau sekedar kata yang entah sudah sirna dalam asa panjang
tinggallah tulang rapuh yang menanti hari terakhirku mengirup desah lirih angin
membaur sejuknya belaian embun pagi dan cantiknya senyum sang mentari
Senandung Pada Lunar
detik yang datang menyambut pada usia senja
gundah alam kemunafikan
pengingkaran sedikit mulai membenarkan
pada pikiran dan tangan alam
atas setiap juta pertanyaan kian lama tak jua mampu ada jawabnya
ludah mulai kering sumbernya
mata buta seakan tak mampu meraba
ragu dalam rupa
mendayung angin rapuh
ribuan harap tak mampu terjawab
ribuan janji mendaki bukit hati tuk saling menyakiti
berontak melawan kelumpuhan
terdiam dalam mimpi
dibuai lembut mesra sang bayu
gundah alam kemunafikan
pengingkaran sedikit mulai membenarkan
pada pikiran dan tangan alam
atas setiap juta pertanyaan kian lama tak jua mampu ada jawabnya
ludah mulai kering sumbernya
mata buta seakan tak mampu meraba
ragu dalam rupa
mendayung angin rapuh
ribuan harap tak mampu terjawab
ribuan janji mendaki bukit hati tuk saling menyakiti
berontak melawan kelumpuhan
terdiam dalam mimpi
dibuai lembut mesra sang bayu
Pelacur Kecil
perlahan kau menggoda manja
berbisik rayuan liar tak kunjung usai
memandang dengan harap dan doa panjang
akan jalan hidup yang terlalu panjang dan berliku
memikul cemas tangis kian memaki
musnahkan asa dalam dunia fana
yang tak pernah mampu bicara
dan dongengkan cerita indah untuk pelacur kecil
berlindung pada kegagahan cakra
menikmati hilir cacian tak kunjung beri janji
merampas kesucian merpati firdaus
berbalut resah tak henti
berbisik rayuan liar tak kunjung usai
memandang dengan harap dan doa panjang
akan jalan hidup yang terlalu panjang dan berliku
memikul cemas tangis kian memaki
musnahkan asa dalam dunia fana
yang tak pernah mampu bicara
dan dongengkan cerita indah untuk pelacur kecil
berlindung pada kegagahan cakra
menikmati hilir cacian tak kunjung beri janji
merampas kesucian merpati firdaus
berbalut resah tak henti
Menanam Rindu Pada Langit Kelabu
perlahan namun pasti ku tanam benih-benih rinduku
pada langit yang kini mulai kelabu
pada mega ku tanamkan rindu yang kini perlahan mulai beku
menyelimuti raga dingin akan terpaan badai lalu
yang kian merasuki jiwa yang hina
berharap tuk mampu lewati kepingan ranjau kekecawaan
dalam derap cacian tiada henti
namun tak jua sua dengan pujaan hati yang telah mati terbunuh rindu
setiap bayang hanya penghiburan yang tak pernah berhenti
menapaki jalan yang mulai suram
berhenti di persimpangan hati
pada langit yang kini mulai kelabu
pada mega ku tanamkan rindu yang kini perlahan mulai beku
menyelimuti raga dingin akan terpaan badai lalu
yang kian merasuki jiwa yang hina
berharap tuk mampu lewati kepingan ranjau kekecawaan
dalam derap cacian tiada henti
namun tak jua sua dengan pujaan hati yang telah mati terbunuh rindu
setiap bayang hanya penghiburan yang tak pernah berhenti
menapaki jalan yang mulai suram
berhenti di persimpangan hati
Bidadari Duniaku
Bersatu dalam rasa
Gelombang cinta menyapa
Menyapa setiap jiwa
Meniti setapak demi setapak asmara
Menuju satu puncak harapan
Mengukir melodi-melodi romantis
Mendengarkan dendang nada-nada cinta
Bergemelut……….
Mendengar bisikan raga
Terayun kesejukkan
Singgasana nyata,,,,,,,
Hidup dalam sepinya keramaian
Kepergianmu tinggalkan luka dalam
Ingatkah kau dikala perkenalan
Detup jantung awali segala kenyataan
Mata menjadi buta,,
Mulut bisu seribu bahasa
Hanya selintas mata memandang
Merajut mimpi bersama
Hanyalah tinggal kenangan
Tuhan tak ijinkan kita bersama
Menikmati indah surga dunia
Kau adalah kumbang taman hatiku
Tak kan kau biarkan ku layu
Inilah terbaik kau dan aku
Biar kenang jadi mahkota hatiku
Bagian masa laluku……….
Hati ini slalu disini
Menunggumu………..
Lihatkan setiaku
Ijinkan aku milikimu
Sampai akhir nafas
Sempurnanya dirimu
Bidadari duniaku
Jangan terlambat kau sadari
Walau kita dijalan berbeda
Cinta kan menyatukan kita
Menatap masa depan bersama
Ku serahkan semua padamu
Yang terbaik tuk kita berdua
Salahkah ku cintaimu
Salahkah diri ini??????????????
Saat hari membuka mata
Ku tatap luas dunia
Tertegun ku melihat sekuntum bunga
Mawar putih nan elok disana
Tebarkan wangi yang menggoda
Hiasi setiap pandangan
Warnai sendi kehidupan
Bernaungkan awan biru yang beriring
Beralaskan rerumputan
Bermusikan nyanyian burung gereja
Ku ayunkan menepak jejak
Mengukir langkah
Menyongsong mimpi lain di ujung dunia
Gelombang cinta menyapa
Menyapa setiap jiwa
Meniti setapak demi setapak asmara
Menuju satu puncak harapan
Mengukir melodi-melodi romantis
Mendengarkan dendang nada-nada cinta
Bergemelut……….
Mendengar bisikan raga
Terayun kesejukkan
Singgasana nyata,,,,,,,
Hidup dalam sepinya keramaian
Kepergianmu tinggalkan luka dalam
Ingatkah kau dikala perkenalan
Detup jantung awali segala kenyataan
Mata menjadi buta,,
Mulut bisu seribu bahasa
Hanya selintas mata memandang
Merajut mimpi bersama
Hanyalah tinggal kenangan
Tuhan tak ijinkan kita bersama
Menikmati indah surga dunia
Kau adalah kumbang taman hatiku
Tak kan kau biarkan ku layu
Inilah terbaik kau dan aku
Biar kenang jadi mahkota hatiku
Bagian masa laluku……….
Hati ini slalu disini
Menunggumu………..
Lihatkan setiaku
Ijinkan aku milikimu
Sampai akhir nafas
Sempurnanya dirimu
Bidadari duniaku
Jangan terlambat kau sadari
Walau kita dijalan berbeda
Cinta kan menyatukan kita
Menatap masa depan bersama
Ku serahkan semua padamu
Yang terbaik tuk kita berdua
Salahkah ku cintaimu
Salahkah diri ini??????????????
Saat hari membuka mata
Ku tatap luas dunia
Tertegun ku melihat sekuntum bunga
Mawar putih nan elok disana
Tebarkan wangi yang menggoda
Hiasi setiap pandangan
Warnai sendi kehidupan
Bernaungkan awan biru yang beriring
Beralaskan rerumputan
Bermusikan nyanyian burung gereja
Ku ayunkan menepak jejak
Mengukir langkah
Menyongsong mimpi lain di ujung dunia
Mega Nan Mendung
sunyi perlahan menyapa menggoda
butiran lara kian menyayat perih
amis darah mengaharumi hembus nafas liar
memperkosa diri yang perlahan mulai mati
dikoyak dendam amurka
meneguk racun benci dan kekhilafan menyelimuti
memeluk semakin mesra,mesra..
dan bias dalam sambut penghianatan
butiran lara kian menyayat perih
amis darah mengaharumi hembus nafas liar
memperkosa diri yang perlahan mulai mati
dikoyak dendam amurka
meneguk racun benci dan kekhilafan menyelimuti
memeluk semakin mesra,mesra..
dan bias dalam sambut penghianatan
My Sad
I walk alone with sad in my heart
And the tears……….
I seek something and,,,
I don’t know
Step by step I forward
But I’m very tired
I want to fly by free
Likes a pigeon
But,,,,,,,,,,,,
I can’t that is
Only a story never real
But if I want have something
So I must get up
My step must go on
Must not waiting…………..
And the tears……….
I seek something and,,,
I don’t know
Step by step I forward
But I’m very tired
I want to fly by free
Likes a pigeon
But,,,,,,,,,,,,
I can’t that is
Only a story never real
But if I want have something
So I must get up
My step must go on
Must not waiting…………..
Lara
Dirimu adalah getar pertama
Yang meruntuhkan gerbang tak berujung
Untuk mengenal hidup
Kamu adalah tetes embun pertama
Yang menyesatkan dahagaku
Dalam cinta yang tak bermuara
Kamu matahari firdausku
Yang menyinari kita pertama
Di cakrawala aksara
Kamu hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti, namun aku tetap disini
Begitu panjang perjalanan ini
Letih……..
Terlalu lama kisah ini
Tegaaaaa…………
Tega kau sanding dengannya
Mengukir lara dalam
Ku biarkan kau pergi
Ku biarkan kau tinggalkanku sendiri
Padamkan cinta ini
Kemana ku langkahkan kaki
Dimana ku harus berlabuh
Apa mampuku…..
Bayangmu penuhi fikirku
Setiap detik hariku
Yang meruntuhkan gerbang tak berujung
Untuk mengenal hidup
Kamu adalah tetes embun pertama
Yang menyesatkan dahagaku
Dalam cinta yang tak bermuara
Kamu matahari firdausku
Yang menyinari kita pertama
Di cakrawala aksara
Kamu hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti, namun aku tetap disini
Begitu panjang perjalanan ini
Letih……..
Terlalu lama kisah ini
Tegaaaaa…………
Tega kau sanding dengannya
Mengukir lara dalam
Ku biarkan kau pergi
Ku biarkan kau tinggalkanku sendiri
Padamkan cinta ini
Kemana ku langkahkan kaki
Dimana ku harus berlabuh
Apa mampuku…..
Bayangmu penuhi fikirku
Setiap detik hariku
Ku Tahankan Rasa
Percayalah padaku,,,,,
Jangan ragu memilihku
Kan kubuktikan padamu
Seiring berjalanannya waktu
Kan ku yakinkan hatimu
Akan semua mauku
Ku tahankan rasa ini
Tulus dari dasar hati
Pasti kau kan mengerti
Cintaku kan pahamimu
Cintaku tak akan pernah mati
Ku takkan berlalu
Begitu saja…………
Dipersimpangan ini,,,,,
Jangan ragu memilihku
Kan kubuktikan padamu
Seiring berjalanannya waktu
Kan ku yakinkan hatimu
Akan semua mauku
Ku tahankan rasa ini
Tulus dari dasar hati
Pasti kau kan mengerti
Cintaku kan pahamimu
Cintaku tak akan pernah mati
Ku takkan berlalu
Begitu saja…………
Dipersimpangan ini,,,,,
Kupu-kupu Malam
Kupu-kupu malam
Setangkai mawar di tepi jalan
Harum nan elok rupawan
Lebah beracun hinggap di mahkota
Wanita tercipta dari rusuk sang Adam
Tak diletakkan di kepala tuk ditinggikan
Tak diletakkan di kaki tuk diinjak
Dekat di dada tuk dilindungi
Dekat dihati tuk disayangi
Tangkai berduri patah
Karna usilnya jari lentik
Manisnya madu dihisap
Lebah beracun………..
Mawar nan jatuh
Mahkota berguguran
Setangkai mawar di tepi jalan
Harum nan elok rupawan
Lebah beracun hinggap di mahkota
Wanita tercipta dari rusuk sang Adam
Tak diletakkan di kepala tuk ditinggikan
Tak diletakkan di kaki tuk diinjak
Dekat di dada tuk dilindungi
Dekat dihati tuk disayangi
Tangkai berduri patah
Karna usilnya jari lentik
Manisnya madu dihisap
Lebah beracun………..
Mawar nan jatuh
Mahkota berguguran
Tinggal Harap
Cinta ada karna asa
Tapi asa bukanlah derita
Musnahkan segala rasa
Tiada rasa, tiada rupa
Luka perih meniti hidup
Setitik harap yang hinggap
Harap jadi derap. Derap tak kan ada
Kau jauh tak dapat ku gapai
Tak dapat ku jamah, lewat malam
Ku dapat memilikimu, lewat mimpi
Ku dapat cintaimu. Ketika malam
Tak lagi datang direnggut siang
Musnah, hilang rasa
Hanya hampa dalam raga
Hanya mengharap sang malam
Yang berikan setitik harapan
Gundah slalu temaniku
Yang tak tahu perasaanmu
Ku takut terbelenggu, ku takut terbelengai
Rindu slalu ada
Rindu slalu menggema
Rindu panggilan cinta
Tapi asa bukanlah derita
Musnahkan segala rasa
Tiada rasa, tiada rupa
Luka perih meniti hidup
Setitik harap yang hinggap
Harap jadi derap. Derap tak kan ada
Kau jauh tak dapat ku gapai
Tak dapat ku jamah, lewat malam
Ku dapat memilikimu, lewat mimpi
Ku dapat cintaimu. Ketika malam
Tak lagi datang direnggut siang
Musnah, hilang rasa
Hanya hampa dalam raga
Hanya mengharap sang malam
Yang berikan setitik harapan
Gundah slalu temaniku
Yang tak tahu perasaanmu
Ku takut terbelenggu, ku takut terbelengai
Rindu slalu ada
Rindu slalu menggema
Rindu panggilan cinta
Senyum Kekasih yang Rindu
Mentari pagi menyinari bumi
Anganku terbang ke awan
Rinduku adalah rindumu
Entah siang atau malam
Tak lenyap diterpa bayu
Api cinta membakar
Derai air mata hiasi
Sepanjang masa….
Hari-hari berdua
Suka dan duka bersama slamanya………
Anganku terbang ke awan
Rinduku adalah rindumu
Entah siang atau malam
Tak lenyap diterpa bayu
Api cinta membakar
Derai air mata hiasi
Sepanjang masa….
Hari-hari berdua
Suka dan duka bersama slamanya………
Kenangan dan Harapan
Kenangan dan harapan
Slalu ada dalam kehidupan
Saat indah dan terluka
Menyatu dalam raga
Tak akan terhapus semudah tinta
Mungkin terukir begitu saja
Tiada bayang tanpa kenang
Semua mengalir begitu mudah
Setiap kenang kan jadi harap
Laju tiada henti
Nista yang dirasa…
Antar jelang dalam harap
Setumpuk harap jadi derap
Musnah dalam lama
Gemelut ingkari rasa
Susah senang hanyalah duri
Tak ada yang abadi
Terekam dalam memori
Tak ada yang tahu arti sesungguhnya
Semua berlomba mencari dan mencari
Tak ada yang pasti………..
Slalu ada dalam kehidupan
Saat indah dan terluka
Menyatu dalam raga
Tak akan terhapus semudah tinta
Mungkin terukir begitu saja
Tiada bayang tanpa kenang
Semua mengalir begitu mudah
Setiap kenang kan jadi harap
Laju tiada henti
Nista yang dirasa…
Antar jelang dalam harap
Setumpuk harap jadi derap
Musnah dalam lama
Gemelut ingkari rasa
Susah senang hanyalah duri
Tak ada yang abadi
Terekam dalam memori
Tak ada yang tahu arti sesungguhnya
Semua berlomba mencari dan mencari
Tak ada yang pasti………..
Belaian Hangat Rembulan
Rembulan sinari malam
Ku lewatkan denganmu seorang
Sentuhan tangan
Belaian sayang
Kenangan indah terlewatkan
Angan hilang lenyap
Cinta hadir tak berhaluan
Menerpa setiap insan
Naluri cinta terasa
Rindu bakar raga
Dapatkah kau rasa
Debar hati ku rasa…..
Ku lewatkan denganmu seorang
Sentuhan tangan
Belaian sayang
Kenangan indah terlewatkan
Angan hilang lenyap
Cinta hadir tak berhaluan
Menerpa setiap insan
Naluri cinta terasa
Rindu bakar raga
Dapatkah kau rasa
Debar hati ku rasa…..
Di Kesunyian Malam Aku Sendiri
Angin yang dingin semilir berhembus
Seluruh tubuh menggigil kedinginan
Malam yang sunyi ini
Aku duduk sendiri
Ku menantap langit hitam
Sungguh mengenaskan
Bumi yang tak nampak adanya kehidupan
Sepi bagai kuburan
Hanya,,hanya,,,,,aku
Segelintir nyawa hidup tanpa daya
Tak tahu arah kemana
Yang ku tahu hanyalah
Bumi tempatku berpijak
Langit kelam pelindungku
Aku hanya manusia bodoh….bodh dan terlalu bodoh
Hidup tanpa tujuan
Tiada cita dan cinta
Yang ada hanyalah kosong dan hampa
Berjalan kian kemari
Menuju takdir sang Illahi……….
Seluruh tubuh menggigil kedinginan
Malam yang sunyi ini
Aku duduk sendiri
Ku menantap langit hitam
Sungguh mengenaskan
Bumi yang tak nampak adanya kehidupan
Sepi bagai kuburan
Hanya,,hanya,,,,,aku
Segelintir nyawa hidup tanpa daya
Tak tahu arah kemana
Yang ku tahu hanyalah
Bumi tempatku berpijak
Langit kelam pelindungku
Aku hanya manusia bodoh….bodh dan terlalu bodoh
Hidup tanpa tujuan
Tiada cita dan cinta
Yang ada hanyalah kosong dan hampa
Berjalan kian kemari
Menuju takdir sang Illahi……….
Hitam Putih Kehidupan
Ketika senja menampakkan senyum
Mengoyak semua raga yang terlelap
Tercipta bising pada segala penjuru
Hitam putih kehidupan dimulai
Tajamnya kerikil jalanan
Bukanlah suatu halangan
Segala tantangan adalah duri kehidupan
Peluh membasahi raga
Menemani jari meniti dunia
Rintihan hati adalah doa
Tak kenal putus asa
Demi jeritan perut keluarga
Wujudkan harapan setiap mata
Gerakkan tulang rangka
Merangkul matahari kepangkuan bunda….
Mengoyak semua raga yang terlelap
Tercipta bising pada segala penjuru
Hitam putih kehidupan dimulai
Tajamnya kerikil jalanan
Bukanlah suatu halangan
Segala tantangan adalah duri kehidupan
Peluh membasahi raga
Menemani jari meniti dunia
Rintihan hati adalah doa
Tak kenal putus asa
Demi jeritan perut keluarga
Wujudkan harapan setiap mata
Gerakkan tulang rangka
Merangkul matahari kepangkuan bunda….
Ku Hapus Rindu
Indah cinta arungi berdua
Cinta sejati telah pergi
Air mata hiasi perpisahan ini
Akankah berja;an biasa
Jalan hidup berliku
Berjalan tak tentu
Ku hapus rindu
Hancurkan ruang kalbu
Lupakan masa lalu
Namun satu tersisa
Wangi bunga kan abadi
Tak terlupa…………
Cinta sejati telah pergi
Air mata hiasi perpisahan ini
Akankah berja;an biasa
Jalan hidup berliku
Berjalan tak tentu
Ku hapus rindu
Hancurkan ruang kalbu
Lupakan masa lalu
Namun satu tersisa
Wangi bunga kan abadi
Tak terlupa…………
Buaian Mimpimu
Malam semakin larut
Mataku tak bisa dipejamkan
Gundah, risau hanyalah ku rasa
Enggan, bimbang datang menerpa
Muak, benci ingatmu
Yang tak sadar akan cintaku
Tadi kau hiasi hidupku
Diriku terbang dalam bayang
Ribuan janji dapat ku baca
Tatapan mata pemancar jiwa
Ku terlarut dalam buaiamu
Ku terhanyut lewat tatapanmu
Ku takluk akan kata-katamu
Kapan ku bangun dari mimpi ini
Tapi hati selalu ingin terus bermimpi
Hidup dalam yang tak pasti
Menunggu mimpi jadi nyata
Siang bergnati malam
Malam berganti siang
Hanya ini yang ku dapat
Hanya ini yang terindah
Mataku tak bisa dipejamkan
Gundah, risau hanyalah ku rasa
Enggan, bimbang datang menerpa
Muak, benci ingatmu
Yang tak sadar akan cintaku
Tadi kau hiasi hidupku
Diriku terbang dalam bayang
Ribuan janji dapat ku baca
Tatapan mata pemancar jiwa
Ku terlarut dalam buaiamu
Ku terhanyut lewat tatapanmu
Ku takluk akan kata-katamu
Kapan ku bangun dari mimpi ini
Tapi hati selalu ingin terus bermimpi
Hidup dalam yang tak pasti
Menunggu mimpi jadi nyata
Siang bergnati malam
Malam berganti siang
Hanya ini yang ku dapat
Hanya ini yang terindah
Keabadian
Seribu langkah telah ku tempuh
Entah kemana ku sampai
Nian lemah diri ini dan
Yakin kau selalu ada…
Untuk setiap waktuku
Merindumu hati ini
Inginku slalu denganmu
Namun kau di surga
Dan aku di samudra
Angan slalu datang membayangmu
Harapan kecil di kalbu
Yang nyala seperti api
Gelap tlah ku taklukkan
Ambisi tak bisa hilang
Berontak hati dan raga
Air mata adalah luapan
Deru angin sejukkan ini
Impi yang tiada nyata
Angan tiada datang
Bawa harapan nyata
Gundah slalu ku rasa
Pedih slalu menyiksa
Hanya satu titik yang ada
Yang abadi…………….
Entah kemana ku sampai
Nian lemah diri ini dan
Yakin kau selalu ada…
Untuk setiap waktuku
Merindumu hati ini
Inginku slalu denganmu
Namun kau di surga
Dan aku di samudra
Angan slalu datang membayangmu
Harapan kecil di kalbu
Yang nyala seperti api
Gelap tlah ku taklukkan
Ambisi tak bisa hilang
Berontak hati dan raga
Air mata adalah luapan
Deru angin sejukkan ini
Impi yang tiada nyata
Angan tiada datang
Bawa harapan nyata
Gundah slalu ku rasa
Pedih slalu menyiksa
Hanya satu titik yang ada
Yang abadi…………….
Malaikat hati
Kau datang diwaktu yang tepat
Di saat ku terpuruk
Kau berikan aku sebuah hidup
Dari rasa yang telah mati
Buat hidupku lebih berarti
Gadis cantik pesona hati
Singgahlah di hatiku…
Jadilah mahkota cintaku
Gadis manis malaikat cintaku
Terima kasih atas cintamu………
Di saat ku terpuruk
Kau berikan aku sebuah hidup
Dari rasa yang telah mati
Buat hidupku lebih berarti
Gadis cantik pesona hati
Singgahlah di hatiku…
Jadilah mahkota cintaku
Gadis manis malaikat cintaku
Terima kasih atas cintamu………
Kuntum Yang Layu
Ketika matahari tak mau menyapaku lagi…
Sayap-sayap yang patah
Seakan-akan menari diatasku
Ku tunggu kuntum memekar
Tapi,,, tak kunjung mekar
Kupu-kupu pun tak ingin hinggap
Dia lebih suka terbang bebas
Hinggap dimanapun dia suka
Dan terbang kemanapun ia inginkan
Kuntumpun tak mau lihatkan elok rupawan
Ku nanti senja di ufuk sebelah sana
Memandang ombak memecah karang
Ku diamkan mataku dari kelebat senja
Menanti bisik dari utara
Sebuah tanya tiada jawabnya,,,,,,
Sayap-sayap yang patah
Seakan-akan menari diatasku
Ku tunggu kuntum memekar
Tapi,,, tak kunjung mekar
Kupu-kupu pun tak ingin hinggap
Dia lebih suka terbang bebas
Hinggap dimanapun dia suka
Dan terbang kemanapun ia inginkan
Kuntumpun tak mau lihatkan elok rupawan
Ku nanti senja di ufuk sebelah sana
Memandang ombak memecah karang
Ku diamkan mataku dari kelebat senja
Menanti bisik dari utara
Sebuah tanya tiada jawabnya,,,,,,
Pencarian Panjang
Andai ku bisa kan ku petik bintang
Untukmu……….
Andai ku mampu akan ku belah lautan
Tapi,, aku hanya manusia biasa
Yang ku punya hanyalah cinta
Seputih salju, selembut sutera dan sedalam samudra
Kasih,,,,
Malam ini inginku bersamamu slalu
Memadu kasih, berbagi sayang
Kita hanyalah insan biasa yang tak berdaya
Harap mengarungi samudra denganmu
Memetik bulan di angkasa……..
Jaritan hati memanggil namamu
Langkah kaki terseret mencari bayangmu
Menyongsong hidup dalam istana hatimu
Setiap waktuku selalu memikirkanmu
Mengharap ciuman manis di kening
Sebagai obat lara rinduku
Dan hilangkan segala gundah…
Untukmu……….
Andai ku mampu akan ku belah lautan
Tapi,, aku hanya manusia biasa
Yang ku punya hanyalah cinta
Seputih salju, selembut sutera dan sedalam samudra
Kasih,,,,
Malam ini inginku bersamamu slalu
Memadu kasih, berbagi sayang
Kita hanyalah insan biasa yang tak berdaya
Harap mengarungi samudra denganmu
Memetik bulan di angkasa……..
Jaritan hati memanggil namamu
Langkah kaki terseret mencari bayangmu
Menyongsong hidup dalam istana hatimu
Setiap waktuku selalu memikirkanmu
Mengharap ciuman manis di kening
Sebagai obat lara rinduku
Dan hilangkan segala gundah…
Kekasihku,,,
Oh kasihku…
Percayalah padaku
Cinta ini tak kan lapuk akan waktu
Bersinar terang
Layaknya bintang malam
Ku ucap janji
Selalu bersamamu
Lalui keping kehidupan
Inginku kau sayangi aku
Tulus tak kan terbagi
Lewatkan waktu denganmu
Inginku ku ungkap rasa
Rasa terangkai kata
Puisi manis tentang cinta
Tuk dewi cinta….
Percayalah padaku
Cinta ini tak kan lapuk akan waktu
Bersinar terang
Layaknya bintang malam
Ku ucap janji
Selalu bersamamu
Lalui keping kehidupan
Inginku kau sayangi aku
Tulus tak kan terbagi
Lewatkan waktu denganmu
Inginku ku ungkap rasa
Rasa terangkai kata
Puisi manis tentang cinta
Tuk dewi cinta….
Sang Dewi
Tuntun aku dalam kesendirian
Sinari aku dari kegelapan
Oh dewi cintaku…
Kini temukanmu
Dalam penantian ini
Kau cintaku
Kau kekasihku
Aku sayangmu
Aku rindumu
Datanglah peluk tubuhku
Dengarkan bisik hatiku
Harap bersamamu slalu……….
Sinari aku dari kegelapan
Oh dewi cintaku…
Kini temukanmu
Dalam penantian ini
Kau cintaku
Kau kekasihku
Aku sayangmu
Aku rindumu
Datanglah peluk tubuhku
Dengarkan bisik hatiku
Harap bersamamu slalu……….
Perih
Kasih teganya dirimu
Kau hianatiku
Kau dustaiku
Lukai hatiku
Remukkan ragaku
Patahkan tangga cintaku
Ku ingin akhiri
Sebuah kisah tak pasti
Lalui hidup tanpamu
Usai cerita pahit ini
Kau tinggalkan perih di hati
Tolong tinggalkan aku sendiri..
Kau hianatiku
Kau dustaiku
Lukai hatiku
Remukkan ragaku
Patahkan tangga cintaku
Ku ingin akhiri
Sebuah kisah tak pasti
Lalui hidup tanpamu
Usai cerita pahit ini
Kau tinggalkan perih di hati
Tolong tinggalkan aku sendiri..
Lentera Hati Yang Suram
Sedih ingat janjimu
Yang tak pernah kau tepati
Ingin terbang bebas
Terbang tak tentu
Harapan masa depan
Fajar tempat peraduan
Dihiasi lentera kehidupan
Tetes embun basahi tubuh
Nyata terasa……….
Tangis air mata,,,,hadirmu semu
Yang tak pernah kau tepati
Ingin terbang bebas
Terbang tak tentu
Harapan masa depan
Fajar tempat peraduan
Dihiasi lentera kehidupan
Tetes embun basahi tubuh
Nyata terasa……….
Tangis air mata,,,,hadirmu semu
Seberkas Kerinduan
Gemuruh badai oyakkan pantai
Setetes air hancurkan karang
Seberkas rindu hiasi jalinan
Luruh raga penantian
Sirna harapan…..
Ku terlarut kesedihan
Hantui setiap bayangan
Melaju tanpa tujuan
Berhenti tanpa harapan
Ku terus lari,,,lari,,, dan lari
Mengejar bayangmu
Tapi hanya bayang hitam
Yang ku temui…
Merah panas dan membara diriku
Layaknya sang api
Sampai kapankah?
Ku harus menanti
Ku harus berlari
Setetes air hancurkan karang
Seberkas rindu hiasi jalinan
Luruh raga penantian
Sirna harapan…..
Ku terlarut kesedihan
Hantui setiap bayangan
Melaju tanpa tujuan
Berhenti tanpa harapan
Ku terus lari,,,lari,,, dan lari
Mengejar bayangmu
Tapi hanya bayang hitam
Yang ku temui…
Merah panas dan membara diriku
Layaknya sang api
Sampai kapankah?
Ku harus menanti
Ku harus berlari
Kegundahan
Cinta adalah sebuah kata
Yang hanya dapat di ucap dan dirasa
Cinta hanya sebuah rasa tak dapat diraba
Entah darimana,,,bagaimana asalnya
Rasa penyatu Adam dan Hawa
Sejuk, damai indah rasanya
Kadang gundah, risau hadir tanpa diminta
Akankah cinta sejati hadir di kehisupan???
Adakah cinta sejati itu?????????
Hanya sebuah menanti jawabnya
Cinta sejati dua sejoli tak harus memiliki
Namun dapat mengerti dan mengasihi
Tak perlu ada benci menyelimuti
Tak boleh saling menyakiti
Cinta sejati hidup dalam hati
Tak akan pernah mati
Kilauan putih suci
Tak perlu ternoda
Selalu mengalunkan setiap langkah
Diiringi alunan melodi indah
Panas oleh api…
Dingin dengan hembusan sang angin
Yang hanya dapat di ucap dan dirasa
Cinta hanya sebuah rasa tak dapat diraba
Entah darimana,,,bagaimana asalnya
Rasa penyatu Adam dan Hawa
Sejuk, damai indah rasanya
Kadang gundah, risau hadir tanpa diminta
Akankah cinta sejati hadir di kehisupan???
Adakah cinta sejati itu?????????
Hanya sebuah menanti jawabnya
Cinta sejati dua sejoli tak harus memiliki
Namun dapat mengerti dan mengasihi
Tak perlu ada benci menyelimuti
Tak boleh saling menyakiti
Cinta sejati hidup dalam hati
Tak akan pernah mati
Kilauan putih suci
Tak perlu ternoda
Selalu mengalunkan setiap langkah
Diiringi alunan melodi indah
Panas oleh api…
Dingin dengan hembusan sang angin
Tentang Cinta Ini
Kini saat yang tepat
Impian tuk bersatu
Tinggal kenang
Kurelakan jiwamu pergi
Ku simpan cintamu
Ku korbankan cinta ini
Berat terasa
Hancur tak tersisa
Sedihku sendiri
Kan kulupakan
Lupakan cerita kita
Tentang kasih setia…
Impian tuk bersatu
Tinggal kenang
Kurelakan jiwamu pergi
Ku simpan cintamu
Ku korbankan cinta ini
Berat terasa
Hancur tak tersisa
Sedihku sendiri
Kan kulupakan
Lupakan cerita kita
Tentang kasih setia…
Purnama Terakhir
Malam yang indah
Hanya malam purnama
Lantunan indah kehadirat Illahi
Semua demi mendapatkan nur Illahi
Cahaya terang dalam kegelapan
Untaian syair dari sang pujangga
Rangkaian ilmu yang diberikan
Agar jiwa menjadi takwa
Hanya malam purnama
Lantunan indah kehadirat Illahi
Semua demi mendapatkan nur Illahi
Cahaya terang dalam kegelapan
Untaian syair dari sang pujangga
Rangkaian ilmu yang diberikan
Agar jiwa menjadi takwa
Rindu
Rindu bersemi dalam kalbu
Hiasi setiap kisahku
Temani dalam penantianku
Karna rindu air mata mengalir
Rindu yang menyiksa raga
Rindu penghias cinta
Sendu hati bila ingat dirimu
Rindu membuat cinta semakin indah
Rindu hanyalan rindu
Hanya rindu ku rasa bila ku jauh darimu
Rindu pula ku ucap bila ku bertemu denganmu
Kadang rindu menyakitkan
Buatku ada pada belenggu cinta
Menggebu-gebu dalam jiwa
Membakar menjadi lara
Rindu tiada berdosa
Bukan sesuatu yang ternoda
Rindu hanyalah rasa
Yang menggebu dalam jiwa dan
Terdiam dalam hati yang tenggelam
Hiasi setiap kisahku
Temani dalam penantianku
Karna rindu air mata mengalir
Rindu yang menyiksa raga
Rindu penghias cinta
Sendu hati bila ingat dirimu
Rindu membuat cinta semakin indah
Rindu hanyalan rindu
Hanya rindu ku rasa bila ku jauh darimu
Rindu pula ku ucap bila ku bertemu denganmu
Kadang rindu menyakitkan
Buatku ada pada belenggu cinta
Menggebu-gebu dalam jiwa
Membakar menjadi lara
Rindu tiada berdosa
Bukan sesuatu yang ternoda
Rindu hanyalah rasa
Yang menggebu dalam jiwa dan
Terdiam dalam hati yang tenggelam
Kebencian
Jumpa saat indah
Tanya, senyum, rasa…
Semua ada karna asa
Jalin kasih iringi langkah
Ku terpaku akan tatapanmu
Ku dengar setiap bisikmu
Semua terjalin begitu saja
Jalinan kasih, cinta diantara kita
Kini,,,karna asa hilang rasa
Musnah segala rasa
Sirna tiada tersisa
Sekarang hanya ada benci, benci dan benci
Benci karena cinta
Karena benci gelap menyapa
Pedih, perih,,, jiwa raga
Luruh hati merintih
Sendiri arungi sepi
Cinta hanyalah kepalsuan
Tak bisa diraba dan dirasa
Merah putih cinta, buaian belaka…
Tanya, senyum, rasa…
Semua ada karna asa
Jalin kasih iringi langkah
Ku terpaku akan tatapanmu
Ku dengar setiap bisikmu
Semua terjalin begitu saja
Jalinan kasih, cinta diantara kita
Kini,,,karna asa hilang rasa
Musnah segala rasa
Sirna tiada tersisa
Sekarang hanya ada benci, benci dan benci
Benci karena cinta
Karena benci gelap menyapa
Pedih, perih,,, jiwa raga
Luruh hati merintih
Sendiri arungi sepi
Cinta hanyalah kepalsuan
Tak bisa diraba dan dirasa
Merah putih cinta, buaian belaka…
Sebuah Harapan
Jumpa saat indah
Tanya, senyum, rasa…
Semua ada karna asa
Jalin kasih iringi langkah
Ku terpaku akan tatapanmu
Ku dengar setiap bisikmu
Semua terjalin begitu saja
Jalinan kasih, cinta diantara kita
Kini,,,karna asa hilang rasa
Musnah segala rasa
Sirna tiada tersisa
Sekarang hanya ada benci, benci dan benci
Benci karena cinta
Karena benci gelap menyapa
Pedih, perih,,, jiwa raga
Luruh hati merintih
Sendiri arungi sepi
Cinta hanyalah kepalsuan
Tak bisa diraba dan dirasa
Merah putih cinta, buaian belaka…
Tanya, senyum, rasa…
Semua ada karna asa
Jalin kasih iringi langkah
Ku terpaku akan tatapanmu
Ku dengar setiap bisikmu
Semua terjalin begitu saja
Jalinan kasih, cinta diantara kita
Kini,,,karna asa hilang rasa
Musnah segala rasa
Sirna tiada tersisa
Sekarang hanya ada benci, benci dan benci
Benci karena cinta
Karena benci gelap menyapa
Pedih, perih,,, jiwa raga
Luruh hati merintih
Sendiri arungi sepi
Cinta hanyalah kepalsuan
Tak bisa diraba dan dirasa
Merah putih cinta, buaian belaka…
Naluri Tentang Kita
Asmara yang membara
Nestapa penghias cinta
Getar yang kurasa
Umpan cinta kau beri
Naluri merasa
Rindu semakin membara
Rintih ingin jumpa
Ingin nyatakan cinta
Cintaku padamu
Menguntai kata
Berbisik di telinga
Embun pagi menuai rindu
Lama nian ku tunggu
Nestapa penghias cinta
Getar yang kurasa
Umpan cinta kau beri
Naluri merasa
Rindu semakin membara
Rintih ingin jumpa
Ingin nyatakan cinta
Cintaku padamu
Menguntai kata
Berbisik di telinga
Embun pagi menuai rindu
Lama nian ku tunggu
Untaian Kata Untukmu
Malam yang kelam…
Bertabur bintang berkilauan
Kau bawa aku melayang ke bulan
Dalam erat genggammu
Manisnya kecupmu…
Hangatnya pelukmu
Merasuk ke dalam sukma
Saat raga menyatu
Untaian kata sang pujangga
Legakan dahaga jiwa
Ku tak ingin lepaskan sayap
Biarkan terbang bersamamu slalu
Inginku kepakkan sayap melihat ujung dunia
Tebarkan tawa
Pada insan bernyawa……….
Bertabur bintang berkilauan
Kau bawa aku melayang ke bulan
Dalam erat genggammu
Manisnya kecupmu…
Hangatnya pelukmu
Merasuk ke dalam sukma
Saat raga menyatu
Untaian kata sang pujangga
Legakan dahaga jiwa
Ku tak ingin lepaskan sayap
Biarkan terbang bersamamu slalu
Inginku kepakkan sayap melihat ujung dunia
Tebarkan tawa
Pada insan bernyawa……….
Inginku
Ku tak tahu
Apa maumu
Apa inginmu
Tingginya egomu
Lukai hatiku…
Namun apa daya
Ku tetap inginkanmu
Jujur dalam sanubariku
Maafkan semua salahmu
Merangkul hidup denganmu
Di tempat terindah
Oh, kasihku………
Apa maumu
Apa inginmu
Tingginya egomu
Lukai hatiku…
Namun apa daya
Ku tetap inginkanmu
Jujur dalam sanubariku
Maafkan semua salahmu
Merangkul hidup denganmu
Di tempat terindah
Oh, kasihku………
Kesetiaan
Walau letih aku tetap melaju
Terjang segala rintang
Langkah demi langkah tlah ku lewati
Meniti tangga istana cintamu
Membuka gerbang hatimu
Terucap janji setia untukmu
Tulus dalam dari nuraniku
Harap engkau bersamaku…
Menyusuri bentang jalan hidup ini
Menggenggam erat jemarimu
Menyelam ke dalam kolam kasih sayangku
Bening laksana embun pagi
Sejukkan badan yang membasahi
Wujudkan cinta suci
Menyambung tali kasih
Membingkai indah perjalanan ini
Terjang segala rintang
Langkah demi langkah tlah ku lewati
Meniti tangga istana cintamu
Membuka gerbang hatimu
Terucap janji setia untukmu
Tulus dalam dari nuraniku
Harap engkau bersamaku…
Menyusuri bentang jalan hidup ini
Menggenggam erat jemarimu
Menyelam ke dalam kolam kasih sayangku
Bening laksana embun pagi
Sejukkan badan yang membasahi
Wujudkan cinta suci
Menyambung tali kasih
Membingkai indah perjalanan ini
Dengarkan
Dengarkan aku bicara
Ungkap segala rasa
Yang lama tersembunyi
Kasih pujaanku
Ku cinta kamu
Ku sayang kamu
Wujudkan mimpi-mimpi
Arungi hidup bersama
Bertahan dalam kisah ini
Seia sekata sehidup semati
Kasih temaniku
Balas cintaku
Jangan pernah kau pergi
Tinggalkan aku sendiri…
Ungkap segala rasa
Yang lama tersembunyi
Kasih pujaanku
Ku cinta kamu
Ku sayang kamu
Wujudkan mimpi-mimpi
Arungi hidup bersama
Bertahan dalam kisah ini
Seia sekata sehidup semati
Kasih temaniku
Balas cintaku
Jangan pernah kau pergi
Tinggalkan aku sendiri…
Tangisan sang Rakyat
Kami hanya rakyat jelata
Tapi kami bukan binatang melata
Kami hanya rakyat biasa…
Yang hanya bisa tunduk pada penguasa
Kalah oleh yang berkuasa
Tapi…kami hanya punya jiwa
Punya rasa, kami punya mata
Yang patuh pada norma dan agama
Kami bukan tikus bangsa
Menghabiskan aset negara
Bukan harta yang kami minta
Tapi ketulusan, kejujuran sang penguasa
Memang kami tidak berdaya
Tapi kami tidak buta
Dan kita punya hak yang sama
Tapi kami bukan binatang melata
Kami hanya rakyat biasa…
Yang hanya bisa tunduk pada penguasa
Kalah oleh yang berkuasa
Tapi…kami hanya punya jiwa
Punya rasa, kami punya mata
Yang patuh pada norma dan agama
Kami bukan tikus bangsa
Menghabiskan aset negara
Bukan harta yang kami minta
Tapi ketulusan, kejujuran sang penguasa
Memang kami tidak berdaya
Tapi kami tidak buta
Dan kita punya hak yang sama
Ungkapan Kasih
Galau hatiku saat nada-nada cinta
Terucap dari bibirmu
Puing-puing hati mulai menyatu
Lautan peluh meluap sekejap
Mulut bagai pintu besi, terkunci ….RAPAT,,
Hanya ada sorot dan kerling mata
Yang tak kunjung padam
Sunyi di bawah kerjab rembulan
Kau tawarkan aku karcis dermaga hatimu
Kau ajak aku berlayar ke cakrawala dunia
Ku diamkan fikirku
Akan pengakuan cintamu
Setiap kata yang melukiskan rasa
Kata dari huruf-huruf tak bermakna
Laksana karang dihempas gelombang
Namun aku bunga yang tak tahu tangkainya…
Terucap dari bibirmu
Puing-puing hati mulai menyatu
Lautan peluh meluap sekejap
Mulut bagai pintu besi, terkunci ….RAPAT,,
Hanya ada sorot dan kerling mata
Yang tak kunjung padam
Sunyi di bawah kerjab rembulan
Kau tawarkan aku karcis dermaga hatimu
Kau ajak aku berlayar ke cakrawala dunia
Ku diamkan fikirku
Akan pengakuan cintamu
Setiap kata yang melukiskan rasa
Kata dari huruf-huruf tak bermakna
Laksana karang dihempas gelombang
Namun aku bunga yang tak tahu tangkainya…
Ratapan Hidup Sang Manusia Hina
Kini ku sesali masa laluku
Ku menangis di pojok surau
Meratapi nasib….
Menunggu takdir sang esa
Darah mengucur di pipi
Sebagai tanda mengingat Illahi
Terlantun nyanyian Illahi
Di tengah jeritan langit dan bumi
Tiada guna penyesalan kini
Secuil kebahagiaan pun lari
Hanya tinggal ratapan hati
Dan kesedihan selimuti diri
Ku menangis di pojok surau
Meratapi nasib….
Menunggu takdir sang esa
Darah mengucur di pipi
Sebagai tanda mengingat Illahi
Terlantun nyanyian Illahi
Di tengah jeritan langit dan bumi
Tiada guna penyesalan kini
Secuil kebahagiaan pun lari
Hanya tinggal ratapan hati
Dan kesedihan selimuti diri
Melodi Asmara
Dewi cinta datang
Berikan kehidupan
Indah cinta lewati berdua
Sehidup semati selamanya
Rindu hati ingin jumpa
Milikimu selamanya
Wajahmu hadir dalam sanubariku
Haluan melodi asmara
Sejukkan jiwa
Persembahan mempesona
Berikan kehidupan
Indah cinta lewati berdua
Sehidup semati selamanya
Rindu hati ingin jumpa
Milikimu selamanya
Wajahmu hadir dalam sanubariku
Haluan melodi asmara
Sejukkan jiwa
Persembahan mempesona
Tersesat di Persimpangan Hati
Terlambatkah menyusuri jalan ini
Tersesat di saat kau menjauh
Terlambatku mengartikan cintamu
Ku sadari setelah kau pergi
Berat hati menerima kepergianmu
Tegarkan aku saat kau ada disisinya
Pergi cinta lupakanlah aku
Ku relakan kau ada dipeluknya
Pergi cinta hapus bayangku
Bahagialah kau dengannya
Sampai akhir waktu, engkau bersamanya
Terlambatku memenangkan hatimu
Setelah kau tinggalkan aku
Ku tak tahu sampai kini berlalu
Tersadar dirimu selalu dihatiku
Tersesat di saat kau menjauh
Terlambatku mengartikan cintamu
Ku sadari setelah kau pergi
Berat hati menerima kepergianmu
Tegarkan aku saat kau ada disisinya
Pergi cinta lupakanlah aku
Ku relakan kau ada dipeluknya
Pergi cinta hapus bayangku
Bahagialah kau dengannya
Sampai akhir waktu, engkau bersamanya
Terlambatku memenangkan hatimu
Setelah kau tinggalkan aku
Ku tak tahu sampai kini berlalu
Tersadar dirimu selalu dihatiku
Penantian
Lama ku menanti
Kini cintaku tersambut olehmu
Memilikimu…..
Mencintaimu…..
Menyayangimu…..
Oh peri kecilku
Terangi hariku
Wujudkan harapku
Buatku bahagia
Temaniku selamanya……
Kini cintaku tersambut olehmu
Memilikimu…..
Mencintaimu…..
Menyayangimu…..
Oh peri kecilku
Terangi hariku
Wujudkan harapku
Buatku bahagia
Temaniku selamanya……
Tinggalkan Kenangan
Jauh semua yang kuinginkan
Tak seperti yang ku berikan
Terlalu berat cobaan ini
Ragu menguasai
Inginku lepas kau disini
Ku mencari jalan tuk pergi
Pergi tak akan kembali
Tinggalkan kisah jadi kenangan
Bawa kecewa dalam
Entah bagaimana
Ku cintaimu…
Kini ki terluka
Terdiam dalam lamunan
Terdiam dalam relung hati
Yang terdalam,,,,,,,,,,,,,,,
Tak seperti yang ku berikan
Terlalu berat cobaan ini
Ragu menguasai
Inginku lepas kau disini
Ku mencari jalan tuk pergi
Pergi tak akan kembali
Tinggalkan kisah jadi kenangan
Bawa kecewa dalam
Entah bagaimana
Ku cintaimu…
Kini ki terluka
Terdiam dalam lamunan
Terdiam dalam relung hati
Yang terdalam,,,,,,,,,,,,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)