Minggu, 30 Oktober 2011

Memori Menjelang Malam

sejenak melepas pandang jauh pada rona fajar di ufuk timur
menandakan hari kan segera berlalu dengan segenap rantai kehidupan
yang saling bersambut menguatkan memori jiwa dalam peraduan kisah
pada siang yang menghangatkan
mengantarkan ke gerbang cita-cita masa depan
mengingatkan rayuan juang jiwa muda
menggoda insan dalam lena cumbu sang bidadari
di sini batas malam yang kelam
bersandar pada kesunyian malam
dan meniti menghitung mimpi yang akan kuraih
dalam terang cahaya bulan dan bintang kedamaian
entah dengan siapa aku kan bersua dalam kerajaan mimpi
entah bagaimana aku merangkai indah bunga tidurku
sehingga aku lelap dalam memori malam ini
di pembaringan ini kunanti uluran lembut tangan suci
dari sesosok manusia yang bersedia mengarungi hari-hari bersamaku
dan memulai kisah yang mampu menorehkan sejarah dalam kilau cahaya bulan
yang tenang dan lembut membalut gelapnya sang malam
menggores memori singkat lewat dialog sederhana perbincangan hati kita
menikmati persenggamaan rindu yang enggan berlalu
antar insan yang lama tak bersua
nampak jelas kebahagiaan terpancar dari sudut mata yang dibuai asmara
terlalu berat beranjak dari pembaringan memori menjelang malam
melanjutkan kisah hingga akhir nafasku
dan tenggelam tertelan dinginnya malam

Tentang Aku

aku,,,aku,,,,satu kata tanya yang masih terngiang jelas di telingaku
ragu akan tugas kehadiranku diantara sejuta umat
selintas galau jiwa yang mencari tuannya tiada henti
bahkan laksana riak badai di tengah padang gersang
wajah tua yang mulai dihiasi keriput kelelahan
akan mengukir sejarah kehidupan menuju pusara tempat akhir kehidupan
kini kusandarkan pada kursi yang mulai rapuh
perlahan memutar kembali drama tentang aku, kau, mereka dan kita yang telah lalu
mengenang manis yang tertelan dan pahit yang mewarnai cerita antara kita
selintas seperti roda mimpi dengan segenap bintang yang menerangi malam
memanjakan mata memandang membuat gusar alam pikiran
pada sisa hari yang sebentar lagi usai
masih adakah kesedihan tempat untuk istirahat sejenak
ataukah kesepian yang dengan setia menyelimutiku
menghantui lirih dalam nyanyian sayatan makna tentang aku
kini, lalu dan esok perputaran waktu
atau sekedar kata yang entah sudah sirna dalam asa panjang
tinggallah tulang rapuh yang menanti hari terakhirku mengirup desah lirih angin
membaur sejuknya belaian embun pagi dan cantiknya senyum sang mentari

Senandung Pada Lunar

detik yang datang menyambut pada usia senja
gundah alam kemunafikan
pengingkaran sedikit mulai membenarkan
pada pikiran dan tangan alam
atas setiap juta pertanyaan kian lama tak jua mampu ada jawabnya
ludah mulai kering sumbernya
mata buta seakan tak mampu meraba
ragu dalam rupa
mendayung angin rapuh
ribuan harap tak mampu terjawab
ribuan janji mendaki bukit hati tuk saling menyakiti
berontak melawan kelumpuhan
terdiam dalam mimpi
dibuai lembut mesra sang bayu

Pelacur Kecil

perlahan kau menggoda manja
berbisik rayuan liar tak kunjung usai
memandang dengan harap dan doa panjang
akan jalan hidup yang terlalu panjang dan berliku
memikul cemas tangis kian memaki
musnahkan asa dalam dunia fana
yang tak pernah mampu bicara
dan dongengkan cerita indah untuk pelacur kecil
berlindung pada kegagahan cakra
menikmati hilir cacian tak kunjung beri janji
merampas kesucian merpati firdaus
berbalut resah tak henti

Menanam Rindu Pada Langit Kelabu

perlahan namun pasti ku tanam benih-benih rinduku
pada langit yang kini mulai kelabu
pada mega ku tanamkan rindu yang kini perlahan mulai beku
menyelimuti raga dingin akan terpaan badai lalu
yang kian merasuki jiwa yang hina
berharap tuk mampu lewati kepingan ranjau kekecawaan
dalam derap cacian tiada henti
namun tak jua sua dengan pujaan hati yang telah mati terbunuh rindu
setiap bayang hanya penghiburan yang tak pernah berhenti
menapaki jalan yang mulai suram
berhenti di persimpangan hati

Bidadari Duniaku

Bersatu dalam rasa

Gelombang cinta menyapa

Menyapa setiap jiwa

Meniti setapak demi setapak asmara

Menuju satu puncak harapan

Mengukir melodi-melodi romantis

Mendengarkan dendang nada-nada cinta

Bergemelut……….

Mendengar bisikan raga

Terayun kesejukkan

Singgasana nyata,,,,,,,

Hidup dalam sepinya keramaian

Kepergianmu tinggalkan luka dalam

Ingatkah kau dikala perkenalan

Detup jantung awali segala kenyataan

Mata menjadi buta,,

Mulut bisu seribu bahasa

Hanya selintas mata memandang

Merajut mimpi bersama

Hanyalah tinggal kenangan

Tuhan tak ijinkan kita bersama

Menikmati indah surga dunia

Kau adalah kumbang taman hatiku

Tak kan kau biarkan ku layu

Inilah terbaik kau dan aku

Biar kenang jadi mahkota hatiku

Bagian masa laluku……….

Hati ini slalu disini

Menunggumu………..

Lihatkan setiaku

Ijinkan aku milikimu

Sampai akhir nafas

Sempurnanya dirimu

Bidadari duniaku

Jangan terlambat kau sadari

Walau kita dijalan berbeda

Cinta kan menyatukan kita

Menatap masa depan bersama

Ku serahkan semua padamu

Yang terbaik tuk kita berdua

Salahkah ku cintaimu

Salahkah diri ini??????????????

Saat hari membuka mata

Ku tatap luas dunia

Tertegun ku melihat sekuntum bunga

Mawar putih nan elok disana

Tebarkan wangi yang menggoda

Hiasi setiap pandangan

Warnai sendi kehidupan

Bernaungkan awan biru yang beriring

Beralaskan rerumputan

Bermusikan nyanyian burung gereja

Ku ayunkan menepak jejak

Mengukir langkah

Menyongsong mimpi lain di ujung dunia

Mega Nan Mendung

sunyi perlahan menyapa menggoda
butiran lara kian menyayat perih
amis darah mengaharumi hembus nafas liar
memperkosa diri yang perlahan mulai mati
dikoyak dendam amurka
meneguk racun benci dan kekhilafan menyelimuti
memeluk semakin mesra,mesra..
dan bias dalam sambut penghianatan

My Sad

I walk alone with sad in my heart

And the tears……….

I seek something and,,,

I don’t know

Step by step I forward

But I’m very tired

I want to fly by free

Likes a pigeon

But,,,,,,,,,,,,

I can’t that is

Only a story never real

But if I want have something

So I must get up

My step must go on

Must not waiting…………..

Lara

Dirimu adalah getar pertama

Yang meruntuhkan gerbang tak berujung

Untuk mengenal hidup

Kamu adalah tetes embun pertama

Yang menyesatkan dahagaku

Dalam cinta yang tak bermuara

Kamu matahari firdausku

Yang menyinari kita pertama

Di cakrawala aksara

Kamu hadir dengan ketiadaan

Sederhana dalam ketidakmengertian

Gerakmu tiada pasti, namun aku tetap disini

Begitu panjang perjalanan ini

Letih……..

Terlalu lama kisah ini

Tegaaaaa…………

Tega kau sanding dengannya

Mengukir lara dalam

Ku biarkan kau pergi

Ku biarkan kau tinggalkanku sendiri

Padamkan cinta ini

Kemana ku langkahkan kaki

Dimana ku harus berlabuh

Apa mampuku…..

Bayangmu penuhi fikirku

Setiap detik hariku

Ku Tahankan Rasa

Percayalah padaku,,,,,

Jangan ragu memilihku

Kan kubuktikan padamu

Seiring berjalanannya waktu

Kan ku yakinkan hatimu

Akan semua mauku

Ku tahankan rasa ini

Tulus dari dasar hati

Pasti kau kan mengerti

Cintaku kan pahamimu

Cintaku tak akan pernah mati

Ku takkan berlalu

Begitu saja…………

Dipersimpangan ini,,,,,

Kupu-kupu Malam

Kupu-kupu malam

Setangkai mawar di tepi jalan

Harum nan elok rupawan

Lebah beracun hinggap di mahkota

Wanita tercipta dari rusuk sang Adam

Tak diletakkan di kepala tuk ditinggikan

Tak diletakkan di kaki tuk diinjak

Dekat di dada tuk dilindungi

Dekat dihati tuk disayangi

Tangkai berduri patah

Karna usilnya jari lentik

Manisnya madu dihisap

Lebah beracun………..

Mawar nan jatuh

Mahkota berguguran

Tinggal Harap

Cinta ada karna asa

Tapi asa bukanlah derita

Musnahkan segala rasa

Tiada rasa, tiada rupa

Luka perih meniti hidup

Setitik harap yang hinggap

Harap jadi derap. Derap tak kan ada

Kau jauh tak dapat ku gapai

Tak dapat ku jamah, lewat malam

Ku dapat memilikimu, lewat mimpi

Ku dapat cintaimu. Ketika malam

Tak lagi datang direnggut siang

Musnah, hilang rasa

Hanya hampa dalam raga

Hanya mengharap sang malam

Yang berikan setitik harapan

Gundah slalu temaniku

Yang tak tahu perasaanmu

Ku takut terbelenggu, ku takut terbelengai

Rindu slalu ada

Rindu slalu menggema

Rindu panggilan cinta

Senyum Kekasih yang Rindu

Mentari pagi menyinari bumi

Anganku terbang ke awan

Rinduku adalah rindumu

Entah siang atau malam

Tak lenyap diterpa bayu

Api cinta membakar

Derai air mata hiasi

Sepanjang masa….

Hari-hari berdua

Suka dan duka bersama slamanya………

Kenangan dan Harapan

Kenangan dan harapan

Slalu ada dalam kehidupan

Saat indah dan terluka

Menyatu dalam raga

Tak akan terhapus semudah tinta

Mungkin terukir begitu saja

Tiada bayang tanpa kenang

Semua mengalir begitu mudah

Setiap kenang kan jadi harap

Laju tiada henti

Nista yang dirasa…

Antar jelang dalam harap

Setumpuk harap jadi derap

Musnah dalam lama

Gemelut ingkari rasa

Susah senang hanyalah duri

Tak ada yang abadi

Terekam dalam memori

Tak ada yang tahu arti sesungguhnya

Semua berlomba mencari dan mencari

Tak ada yang pasti………..

Belaian Hangat Rembulan

Rembulan sinari malam

Ku lewatkan denganmu seorang

Sentuhan tangan

Belaian sayang

Kenangan indah terlewatkan

Angan hilang lenyap

Cinta hadir tak berhaluan

Menerpa setiap insan

Naluri cinta terasa

Rindu bakar raga

Dapatkah kau rasa

Debar hati ku rasa…..

Di Kesunyian Malam Aku Sendiri

Angin yang dingin semilir berhembus

Seluruh tubuh menggigil kedinginan

Malam yang sunyi ini

Aku duduk sendiri

Ku menantap langit hitam

Sungguh mengenaskan

Bumi yang tak nampak adanya kehidupan

Sepi bagai kuburan

Hanya,,hanya,,,,,aku

Segelintir nyawa hidup tanpa daya

Tak tahu arah kemana

Yang ku tahu hanyalah

Bumi tempatku berpijak

Langit kelam pelindungku

Aku hanya manusia bodoh….bodh dan terlalu bodoh

Hidup tanpa tujuan

Tiada cita dan cinta

Yang ada hanyalah kosong dan hampa

Berjalan kian kemari

Menuju takdir sang Illahi……….

Hitam Putih Kehidupan

Ketika senja menampakkan senyum

Mengoyak semua raga yang terlelap

Tercipta bising pada segala penjuru

Hitam putih kehidupan dimulai

Tajamnya kerikil jalanan

Bukanlah suatu halangan

Segala tantangan adalah duri kehidupan

Peluh membasahi raga

Menemani jari meniti dunia

Rintihan hati adalah doa

Tak kenal putus asa

Demi jeritan perut keluarga

Wujudkan harapan setiap mata

Gerakkan tulang rangka

Merangkul matahari kepangkuan bunda….

Ku Hapus Rindu

Indah cinta arungi berdua

Cinta sejati telah pergi

Air mata hiasi perpisahan ini

Akankah berja;an biasa

Jalan hidup berliku

Berjalan tak tentu

Ku hapus rindu

Hancurkan ruang kalbu

Lupakan masa lalu

Namun satu tersisa

Wangi bunga kan abadi

Tak terlupa…………

Buaian Mimpimu

Malam semakin larut

Mataku tak bisa dipejamkan

Gundah, risau hanyalah ku rasa

Enggan, bimbang datang menerpa

Muak, benci ingatmu

Yang tak sadar akan cintaku

Tadi kau hiasi hidupku

Diriku terbang dalam bayang

Ribuan janji dapat ku baca

Tatapan mata pemancar jiwa

Ku terlarut dalam buaiamu

Ku terhanyut lewat tatapanmu

Ku takluk akan kata-katamu

Kapan ku bangun dari mimpi ini

Tapi hati selalu ingin terus bermimpi

Hidup dalam yang tak pasti

Menunggu mimpi jadi nyata

Siang bergnati malam

Malam berganti siang

Hanya ini yang ku dapat

Hanya ini yang terindah

Keabadian

Seribu langkah telah ku tempuh

Entah kemana ku sampai

Nian lemah diri ini dan

Yakin kau selalu ada…

Untuk setiap waktuku

Merindumu hati ini

Inginku slalu denganmu

Namun kau di surga

Dan aku di samudra

Angan slalu datang membayangmu

Harapan kecil di kalbu

Yang nyala seperti api

Gelap tlah ku taklukkan

Ambisi tak bisa hilang

Berontak hati dan raga

Air mata adalah luapan

Deru angin sejukkan ini

Impi yang tiada nyata

Angan tiada datang

Bawa harapan nyata

Gundah slalu ku rasa

Pedih slalu menyiksa

Hanya satu titik yang ada

Yang abadi…………….

Malaikat hati

Kau datang diwaktu yang tepat

Di saat ku terpuruk

Kau berikan aku sebuah hidup

Dari rasa yang telah mati

Buat hidupku lebih berarti

Gadis cantik pesona hati

Singgahlah di hatiku…

Jadilah mahkota cintaku

Gadis manis malaikat cintaku

Terima kasih atas cintamu………

Kuntum Yang Layu

Ketika matahari tak mau menyapaku lagi…

Sayap-sayap yang patah

Seakan-akan menari diatasku

Ku tunggu kuntum memekar

Tapi,,, tak kunjung mekar

Kupu-kupu pun tak ingin hinggap

Dia lebih suka terbang bebas

Hinggap dimanapun dia suka

Dan terbang kemanapun ia inginkan

Kuntumpun tak mau lihatkan elok rupawan

Ku nanti senja di ufuk sebelah sana

Memandang ombak memecah karang

Ku diamkan mataku dari kelebat senja

Menanti bisik dari utara

Sebuah tanya tiada jawabnya,,,,,,

Pencarian Panjang

Andai ku bisa kan ku petik bintang

Untukmu……….

Andai ku mampu akan ku belah lautan

Tapi,, aku hanya manusia biasa

Yang ku punya hanyalah cinta

Seputih salju, selembut sutera dan sedalam samudra

Kasih,,,,

Malam ini inginku bersamamu slalu

Memadu kasih, berbagi sayang

Kita hanyalah insan biasa yang tak berdaya

Harap mengarungi samudra denganmu

Memetik bulan di angkasa……..

Jaritan hati memanggil namamu

Langkah kaki terseret mencari bayangmu

Menyongsong hidup dalam istana hatimu

Setiap waktuku selalu memikirkanmu

Mengharap ciuman manis di kening

Sebagai obat lara rinduku

Dan hilangkan segala gundah…

Kekasihku,,,

Oh kasihku…

Percayalah padaku

Cinta ini tak kan lapuk akan waktu

Bersinar terang

Layaknya bintang malam

Ku ucap janji

Selalu bersamamu

Lalui keping kehidupan

Inginku kau sayangi aku

Tulus tak kan terbagi

Lewatkan waktu denganmu

Inginku ku ungkap rasa

Rasa terangkai kata

Puisi manis tentang cinta

Tuk dewi cinta….

Sang Dewi

Tuntun aku dalam kesendirian

Sinari aku dari kegelapan

Oh dewi cintaku…

Kini temukanmu

Dalam penantian ini

Kau cintaku

Kau kekasihku

Aku sayangmu

Aku rindumu

Datanglah peluk tubuhku

Dengarkan bisik hatiku

Harap bersamamu slalu……….

Perih

Kasih teganya dirimu

Kau hianatiku

Kau dustaiku

Lukai hatiku

Remukkan ragaku

Patahkan tangga cintaku

Ku ingin akhiri

Sebuah kisah tak pasti

Lalui hidup tanpamu

Usai cerita pahit ini

Kau tinggalkan perih di hati

Tolong tinggalkan aku sendiri..

Lentera Hati Yang Suram

Sedih ingat janjimu

Yang tak pernah kau tepati

Ingin terbang bebas

Terbang tak tentu

Harapan masa depan

Fajar tempat peraduan

Dihiasi lentera kehidupan

Tetes embun basahi tubuh

Nyata terasa……….

Tangis air mata,,,,hadirmu semu

Seberkas Kerinduan

Gemuruh badai oyakkan pantai

Setetes air hancurkan karang

Seberkas rindu hiasi jalinan

Luruh raga penantian

Sirna harapan…..

Ku terlarut kesedihan

Hantui setiap bayangan

Melaju tanpa tujuan

Berhenti tanpa harapan

Ku terus lari,,,lari,,, dan lari

Mengejar bayangmu

Tapi hanya bayang hitam

Yang ku temui…

Merah panas dan membara diriku

Layaknya sang api

Sampai kapankah?

Ku harus menanti

Ku harus berlari

Kegundahan

Cinta adalah sebuah kata

Yang hanya dapat di ucap dan dirasa

Cinta hanya sebuah rasa tak dapat diraba

Entah darimana,,,bagaimana asalnya

Rasa penyatu Adam dan Hawa

Sejuk, damai indah rasanya

Kadang gundah, risau hadir tanpa diminta

Akankah cinta sejati hadir di kehisupan???

Adakah cinta sejati itu?????????

Hanya sebuah menanti jawabnya

Cinta sejati dua sejoli tak harus memiliki

Namun dapat mengerti dan mengasihi

Tak perlu ada benci menyelimuti

Tak boleh saling menyakiti

Cinta sejati hidup dalam hati

Tak akan pernah mati

Kilauan putih suci

Tak perlu ternoda

Selalu mengalunkan setiap langkah

Diiringi alunan melodi indah

Panas oleh api…

Dingin dengan hembusan sang angin

Tentang Cinta Ini

Kini saat yang tepat

Impian tuk bersatu

Tinggal kenang

Kurelakan jiwamu pergi

Ku simpan cintamu

Ku korbankan cinta ini

Berat terasa

Hancur tak tersisa

Sedihku sendiri

Kan kulupakan

Lupakan cerita kita

Tentang kasih setia…

Purnama Terakhir

Malam yang indah

Hanya malam purnama

Lantunan indah kehadirat Illahi

Semua demi mendapatkan nur Illahi

Cahaya terang dalam kegelapan

Untaian syair dari sang pujangga

Rangkaian ilmu yang diberikan

Agar jiwa menjadi takwa

Rindu

Rindu bersemi dalam kalbu

Hiasi setiap kisahku

Temani dalam penantianku

Karna rindu air mata mengalir

Rindu yang menyiksa raga

Rindu penghias cinta

Sendu hati bila ingat dirimu

Rindu membuat cinta semakin indah

Rindu hanyalan rindu

Hanya rindu ku rasa bila ku jauh darimu

Rindu pula ku ucap bila ku bertemu denganmu

Kadang rindu menyakitkan

Buatku ada pada belenggu cinta

Menggebu-gebu dalam jiwa

Membakar menjadi lara

Rindu tiada berdosa

Bukan sesuatu yang ternoda

Rindu hanyalah rasa

Yang menggebu dalam jiwa dan

Terdiam dalam hati yang tenggelam

Kebencian

Jumpa saat indah

Tanya, senyum, rasa…

Semua ada karna asa

Jalin kasih iringi langkah

Ku terpaku akan tatapanmu

Ku dengar setiap bisikmu

Semua terjalin begitu saja

Jalinan kasih, cinta diantara kita

Kini,,,karna asa hilang rasa

Musnah segala rasa

Sirna tiada tersisa

Sekarang hanya ada benci, benci dan benci

Benci karena cinta

Karena benci gelap menyapa

Pedih, perih,,, jiwa raga

Luruh hati merintih

Sendiri arungi sepi

Cinta hanyalah kepalsuan

Tak bisa diraba dan dirasa

Merah putih cinta, buaian belaka…

Sebuah Harapan

Jumpa saat indah

Tanya, senyum, rasa…

Semua ada karna asa

Jalin kasih iringi langkah

Ku terpaku akan tatapanmu

Ku dengar setiap bisikmu

Semua terjalin begitu saja

Jalinan kasih, cinta diantara kita

Kini,,,karna asa hilang rasa

Musnah segala rasa

Sirna tiada tersisa

Sekarang hanya ada benci, benci dan benci

Benci karena cinta

Karena benci gelap menyapa

Pedih, perih,,, jiwa raga

Luruh hati merintih

Sendiri arungi sepi

Cinta hanyalah kepalsuan

Tak bisa diraba dan dirasa

Merah putih cinta, buaian belaka…

Naluri Tentang Kita

Asmara yang membara

Nestapa penghias cinta

Getar yang kurasa

Umpan cinta kau beri

Naluri merasa

Rindu semakin membara

Rintih ingin jumpa

Ingin nyatakan cinta

Cintaku padamu

Menguntai kata

Berbisik di telinga

Embun pagi menuai rindu

Lama nian ku tunggu

Untaian Kata Untukmu

Malam yang kelam…

Bertabur bintang berkilauan

Kau bawa aku melayang ke bulan

Dalam erat genggammu

Manisnya kecupmu…

Hangatnya pelukmu

Merasuk ke dalam sukma

Saat raga menyatu

Untaian kata sang pujangga

Legakan dahaga jiwa

Ku tak ingin lepaskan sayap

Biarkan terbang bersamamu slalu

Inginku kepakkan sayap melihat ujung dunia

Tebarkan tawa

Pada insan bernyawa……….

Inginku

Ku tak tahu

Apa maumu

Apa inginmu

Tingginya egomu

Lukai hatiku…

Namun apa daya

Ku tetap inginkanmu

Jujur dalam sanubariku

Maafkan semua salahmu

Merangkul hidup denganmu

Di tempat terindah

Oh, kasihku………

Kesetiaan

Walau letih aku tetap melaju

Terjang segala rintang

Langkah demi langkah tlah ku lewati

Meniti tangga istana cintamu

Membuka gerbang hatimu

Terucap janji setia untukmu

Tulus dalam dari nuraniku

Harap engkau bersamaku…

Menyusuri bentang jalan hidup ini

Menggenggam erat jemarimu

Menyelam ke dalam kolam kasih sayangku

Bening laksana embun pagi

Sejukkan badan yang membasahi

Wujudkan cinta suci

Menyambung tali kasih

Membingkai indah perjalanan ini

Dengarkan

Dengarkan aku bicara

Ungkap segala rasa

Yang lama tersembunyi

Kasih pujaanku

Ku cinta kamu

Ku sayang kamu

Wujudkan mimpi-mimpi

Arungi hidup bersama

Bertahan dalam kisah ini

Seia sekata sehidup semati

Kasih temaniku

Balas cintaku

Jangan pernah kau pergi

Tinggalkan aku sendiri…

Tangisan sang Rakyat

Kami hanya rakyat jelata

Tapi kami bukan binatang melata

Kami hanya rakyat biasa…

Yang hanya bisa tunduk pada penguasa

Kalah oleh yang berkuasa

Tapi…kami hanya punya jiwa

Punya rasa, kami punya mata

Yang patuh pada norma dan agama

Kami bukan tikus bangsa

Menghabiskan aset negara

Bukan harta yang kami minta

Tapi ketulusan, kejujuran sang penguasa

Memang kami tidak berdaya

Tapi kami tidak buta

Dan kita punya hak yang sama

Ungkapan Kasih

Galau hatiku saat nada-nada cinta

Terucap dari bibirmu

Puing-puing hati mulai menyatu

Lautan peluh meluap sekejap

Mulut bagai pintu besi, terkunci ….RAPAT,,

Hanya ada sorot dan kerling mata

Yang tak kunjung padam

Sunyi di bawah kerjab rembulan

Kau tawarkan aku karcis dermaga hatimu

Kau ajak aku berlayar ke cakrawala dunia

Ku diamkan fikirku

Akan pengakuan cintamu

Setiap kata yang melukiskan rasa

Kata dari huruf-huruf tak bermakna

Laksana karang dihempas gelombang

Namun aku bunga yang tak tahu tangkainya…

Ratapan Hidup Sang Manusia Hina

Kini ku sesali masa laluku

Ku menangis di pojok surau

Meratapi nasib….

Menunggu takdir sang esa

Darah mengucur di pipi

Sebagai tanda mengingat Illahi

Terlantun nyanyian Illahi

Di tengah jeritan langit dan bumi

Tiada guna penyesalan kini

Secuil kebahagiaan pun lari

Hanya tinggal ratapan hati

Dan kesedihan selimuti diri

Melodi Asmara

Dewi cinta datang

Berikan kehidupan

Indah cinta lewati berdua

Sehidup semati selamanya

Rindu hati ingin jumpa

Milikimu selamanya

Wajahmu hadir dalam sanubariku

Haluan melodi asmara

Sejukkan jiwa

Persembahan mempesona

Tersesat di Persimpangan Hati

Terlambatkah menyusuri jalan ini

Tersesat di saat kau menjauh

Terlambatku mengartikan cintamu

Ku sadari setelah kau pergi

Berat hati menerima kepergianmu

Tegarkan aku saat kau ada disisinya

Pergi cinta lupakanlah aku

Ku relakan kau ada dipeluknya

Pergi cinta hapus bayangku

Bahagialah kau dengannya

Sampai akhir waktu, engkau bersamanya

Terlambatku memenangkan hatimu

Setelah kau tinggalkan aku

Ku tak tahu sampai kini berlalu

Tersadar dirimu selalu dihatiku

Penantian

Lama ku menanti

Kini cintaku tersambut olehmu

Memilikimu…..

Mencintaimu…..

Menyayangimu…..

Oh peri kecilku

Terangi hariku

Wujudkan harapku

Buatku bahagia

Temaniku selamanya……

Tinggalkan Kenangan

Jauh semua yang kuinginkan

Tak seperti yang ku berikan

Terlalu berat cobaan ini

Ragu menguasai

Inginku lepas kau disini

Ku mencari jalan tuk pergi

Pergi tak akan kembali

Tinggalkan kisah jadi kenangan

Bawa kecewa dalam

Entah bagaimana

Ku cintaimu…

Kini ki terluka

Terdiam dalam lamunan

Terdiam dalam relung hati

Yang terdalam,,,,,,,,,,,,,,,