Ketika si murai mendendangkan alunan nada-nada
Mataku sesaat mengintip fajar yang nampak masih malu-malu
Menatap kristal tetesan embun Berguguran membasahi lembaran rerumputan
Seperti rinduku akan hadirnya ayahku
Tak ada lagi cerita yang mampu aku bagi Semua membeku dan tersimpan dalam kata rindu
Terungkap dalam doa terbaik untuknya Biarlah aku tetap dalam balutan cinta kasih ini
Perlahan menepi,membangun mimpiku sendiri
Kelak jika dia telah tua
Aku akan slalu berbagi cerita
Minggu, 29 Januari 2017
Dia Ayahku
Sabtu, 28 Januari 2017
Tentang Rasa
Gelap bersambut malam
Melodi merdu tangisan langit teriring
Hempasan sang bayu kian meramaikan suasana
Perbincangan nuranipun terdengar semu
Dentum jantung tak berirama
Gejolak antara rasa dan fakta
Mengalun lirih,,,lambat keraguan sesaat
Membebaskan angan dari persimpangan
Terbalut dalam doa dan keyakinan
Cerita yang telah dirangkai-Nya
Rabu, 25 Januari 2017
Tak Terlihat dan Tanpa Jejak
Sesaat jiwaku terbuai lamunan
Memandang jauh pada bayang
Terbesit sebutir rindu yang masih ragu
Terjerat kebimbangan
Meraba tanpa rupa dan menapak hilang jejak
Merenungi butiran angan tentang dia
Tuhan benarkah ini yang ku rasa
Yang engkau hadirkan kembali
Atau hanya sebatas mimpi??
Langganan:
Postingan (Atom)