Minggu, 29 Januari 2017

Dia Ayahku


Ketika si murai mendendangkan alunan nada-nada
Mataku sesaat mengintip fajar yang nampak masih malu-malu
Menatap kristal tetesan embun Berguguran membasahi lembaran rerumputan
Seperti rinduku akan hadirnya ayahku
Tak ada lagi cerita yang mampu aku bagi Semua membeku dan tersimpan dalam kata rindu
Terungkap dalam doa terbaik untuknya Biarlah aku tetap dalam balutan cinta kasih ini
Perlahan menepi,membangun mimpiku sendiri
Kelak jika dia telah tua
Aku akan slalu berbagi cerita