aku,,,aku,,,,satu kata tanya yang masih terngiang jelas di telingaku
ragu akan tugas kehadiranku diantara sejuta umat
selintas galau jiwa yang mencari tuannya tiada henti
bahkan laksana riak badai di tengah padang gersang
wajah tua yang mulai dihiasi keriput kelelahan
akan mengukir sejarah kehidupan menuju pusara tempat akhir kehidupan
kini kusandarkan pada kursi yang mulai rapuh
perlahan memutar kembali drama tentang aku, kau, mereka dan kita yang telah lalu
mengenang manis yang tertelan dan pahit yang mewarnai cerita antara kita
selintas seperti roda mimpi dengan segenap bintang yang menerangi malam
memanjakan mata memandang membuat gusar alam pikiran
pada sisa hari yang sebentar lagi usai
masih adakah kesedihan tempat untuk istirahat sejenak
ataukah kesepian yang dengan setia menyelimutiku
menghantui lirih dalam nyanyian sayatan makna tentang aku
kini, lalu dan esok perputaran waktu
atau sekedar kata yang entah sudah sirna dalam asa panjang
tinggallah tulang rapuh yang menanti hari terakhirku mengirup desah lirih angin
membaur sejuknya belaian embun pagi dan cantiknya senyum sang mentari