perlahan namun pasti ku tanam benih-benih rinduku
pada langit yang kini mulai kelabu
pada mega ku tanamkan rindu yang kini perlahan mulai beku
menyelimuti raga dingin akan terpaan badai lalu
yang kian merasuki jiwa yang hina
berharap tuk mampu lewati kepingan ranjau kekecawaan
dalam derap cacian tiada henti
namun tak jua sua dengan pujaan hati yang telah mati terbunuh rindu
setiap bayang hanya penghiburan yang tak pernah berhenti
menapaki jalan yang mulai suram
berhenti di persimpangan hati