Minggu, 30 Oktober 2011

Memori Menjelang Malam

sejenak melepas pandang jauh pada rona fajar di ufuk timur
menandakan hari kan segera berlalu dengan segenap rantai kehidupan
yang saling bersambut menguatkan memori jiwa dalam peraduan kisah
pada siang yang menghangatkan
mengantarkan ke gerbang cita-cita masa depan
mengingatkan rayuan juang jiwa muda
menggoda insan dalam lena cumbu sang bidadari
di sini batas malam yang kelam
bersandar pada kesunyian malam
dan meniti menghitung mimpi yang akan kuraih
dalam terang cahaya bulan dan bintang kedamaian
entah dengan siapa aku kan bersua dalam kerajaan mimpi
entah bagaimana aku merangkai indah bunga tidurku
sehingga aku lelap dalam memori malam ini
di pembaringan ini kunanti uluran lembut tangan suci
dari sesosok manusia yang bersedia mengarungi hari-hari bersamaku
dan memulai kisah yang mampu menorehkan sejarah dalam kilau cahaya bulan
yang tenang dan lembut membalut gelapnya sang malam
menggores memori singkat lewat dialog sederhana perbincangan hati kita
menikmati persenggamaan rindu yang enggan berlalu
antar insan yang lama tak bersua
nampak jelas kebahagiaan terpancar dari sudut mata yang dibuai asmara
terlalu berat beranjak dari pembaringan memori menjelang malam
melanjutkan kisah hingga akhir nafasku
dan tenggelam tertelan dinginnya malam