1. Harus Dipelajari dan Diperiksa dengan Cermat
| D |
alam melakukan sesuatu (mengambil keputusan pribadi, bisnis, organisasi dll) maka harus mempertimbangkan sebab akibat, sehingga dapat menanggung resiko yang muncul(sukses atau gagal). Benar atau salah, sukses atau gagal, hitam putih adalah pilihan dalam hidup. Jadi untuk meminimkan resiko gagal maka segala sesuatu harus dipelajari dengan baik dan ditelaah lebih lanjut.
2. Analisa dan Pelajari
| L |
ima factor, merupakan modal dasar meraih kesuksesan. Moral dan sifat adalah mutlak milik individu (pembentukannnya dipengaruhi secara alami, bakat, keluarga, lingkungan, pendidikan), dan akan diterapkan di lingkungan (dimana dipengaruhi cuaca dan dataran) bagi yang tidak dapat menghadapi kondisi cuaca dan dataran yang senantiasa dinamis maka tidak dapat bertahan. Namun, semua itu juga harus disesuaikan dengan doktrin yang berlaku di masyarakat. Jika factor-faktor tersebut dapat dijalankan dengan baik dan seimbang maka individu yang lolos seleksi akan survive dan keluar sebagai pemenang bagi dirinya.
3. Bandingkan mereka dengan orang-orang (musuh) untuk memahami berbagai kondisi dan keadaan yang terus berubah dan untuk menilai peluang kemenangan
| M |
usuh atau pesaing kita akan mempersiapkan strategi jitu untuk memperoleh keinginannya. Dan mempersiapkan diri atas kondisi yang dinamis untuk mengasumsikan peluang menang. Kita harus selalu waspada dan siap dalam segala kondisi serta situasi.
4. Cuaca mengacu pada perubahan yang kontras antara malam dan siang hari, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas dan perubahan musiman
| K |
eadaan yang dinamis dengan segenap perubahan yang ada akan menjadi shock terapi bagi yang tidak siap menghadapinya. Agar siap maka, harus mempunyai mental yang tangguh dan daya saing kuat. Diperlukan kesiapan dan keyakinan bahwa kita mampu bertahan dengan segala keadaan. Tampil sebagai pemenang sejati.
5. Dataran mengacu pada apakah rute yang akan diambil panjang/pendek, apakah tanahnya berbahaya, aman, lebar atau sempit dalam hubungannya dengan kelancaran pergerakan dan apakah tanahnya akan menentukan kematian atau kelangsungan hidup
| U |
ntuk melakukan sesuatu maka hendaknya selalu mempertimbangkan apa yang akan dihadapi. Apakah langkah yang diambil menguntungkan atau tidak.
6. Doktrin dan hokum mengacu pada organisasi dan control, berbagai system dan prosedur manajemen, serta struktur perintah dan control bagi penempatan sumber daya
| A |
turan, norma yang berlaku tidak lepas dari birokrasi dan pengawasan dari pihak terkait. Dimana dalam aturan tersebut sudah diatur tentang yang boleh dilakukan dan yang dilarang. Dalam pelaksanaannya hendaknya jangan melanggar.
7. Orang yang mampu menguasai ke-5 faktor itu akan menang
| T |
entu saja dalam persaingan orang yang mempunyai persiapan (strategi dan taktik) yang tepat dan memahami kemampuan serta lingkungan maka ia akan menjadi kesatria sejati.
8. Orang yang tidak memahami ke-5 faktor tidak akan menang
| S |
eseorang yang tidak paham siapa dirinya dan kekuatan (kelebihan yang ia miliki) dan tidak dapat hidup dengan segala situasi, ia adalah seorang yang sudah kalah sebelum bertanding.
9. Pihak mana yang mampu memanfaatkan cuaca dan dataran secara lebih baik
| M |
aknanya adalah yang mampu menempatkan strategi dan teknik sesuai dengan keadaan, maka ia lebih baik dari musuhnya. Ini adalah langkah awal kemenangan. Penempatan sesuai dengan skill, knowledge dan kuantitas yang tepat.
10. Pihak mana yang mampu melaksanakan dan menerapkan hukum dan perintah secara lebih efektif
Agar persaingan terus berlangsung dan keluar sebagai sang juara maka harus memperhatikan aturan yang berlaku. Jadi tidak ada halangan yang menghambat. Dalam hal ini dapat melakukan tindakan dan memanfaatkan waktu secara efektif.
11. Dari 7 dimensi ( pengaruh moral, kemampuan dan keterampilan, keuntungan dari cuaca dan dataran, pelaksanaan dan penerapan berbagai hukum dan perintah secara efektif, keunggulan kuantitas dan kekuatan, pelatihan efektif serta pemberian hadiah dan hukuman yang tercerahkan), saya akan mampu mendiagnosis dan meramalkan kemenangan dan kekalahan
| S |
etelah memahami 5 faktor itu diperlukan latihan dan insentif. Latihan yang efektif akan memperkuat posisi, serta dibutuhkan insentif untuk memunculkan impuls (rangsangan) menjadi yang terbaik atau justru akan mengalami kegagalan akibat kecerobohan.
12. Menciptakan keadaan menunntut seseorang untuk bertindak secara menguntungkan sehingga dapat mengendalikan keseimbangan kekuatan
| M |
anusia ibarat sekeping uang yang terdiri dari dua keeping. Satu sisi adalah wujud kelebihan dan sisi lain merupakan kekurangan. Ini mutlak ada pada diri masing-masing, dimana jarang sekali orang yang menyadarinya. Orang yang menonjolkan kelebihan tanpa memandang kekurangan ia adalah katahori sombong. Apabila suatu saat mengalami kegagalan maka akan sulit untuk bangkit. Sedang orang yang tidak yakin akan kemampuannya ia tipe orang yang kurang percaya diri (bersifat pesimis), tipe ini akan dapat tumbuh apabila diberi rangsangan (motivasi) untuk maju. Dan iorang yang sukses, mereka yang mampu melihat kelebihan dan menyadari kekurangan dirinya, sehingga selalu ada control tindakan.
13. Jadi bila anda mampu, berpura-puralah tidak mampu
| L |
ebih baik orang memandang kita rendah(tidak mempunyai skill) jadi dalam kompetensi, ia akan merasa unggul dan muncullah kesombongan. Situasi ini ia akan lengah dan kita manfaatkan untuk menunjukkan skill kita yang berkompeten.
14. Ketika anda mampu menempatkan kekuatan anda, berpura-puralah anda tidak mampu melakukannya
| K |
etika kita sudah merasa siap (skill, kesehatan, mental dsb) dan mempunyai strategi dan taktik yang tepat maka lebih baik menyimpannya (jangan mempublikasikandan tidak sombong), sehingga orang lain tidak tahu kesiapan kita dan akan meremehkan.
15. Ketika anda hampir mencapai tujuan anda, berpura-puralah anda masih jauh sekali dan bila anda masih jauh sekali dari tujuan anda, berpura-puralah anda sudah dekat
- Agar apa yang sudah kita perjuangkan dan kemenangan di depan mata tidak dihancurkan orang lain
- Ketika keinginan masih jauh maka harus dimanipulasi sudah akan tercapai agar motivasi tetap ada dan mengundang perhatian serta dukungan dari orang-orang yang bersimpatik, sehingga akan mempercepat terwujudnya mimpi kita.
16. Ketika musuh rakus untuk mendapatkan keuntungan kecil, tawarkanlah umpan untuk memikatnya
| K |
etika orang lain menginginkan hal-hal sepele biarkan untuk meraihnya, jangan dihalangi (walaupum sebenarnya kita juga menginginkannya). Dengan begitu maka ia akan terlena oleh apa yang ia dapatkan dan tidak memperdulikan keuntungan/hasil besar yang lebih menjanjikan.
17. Ketika musuh dalam keadaan kacau balau dan berantakan, lancarkan serangan dan tangkaplah ia
| S |
ebagai seorang individu manusia harus selalu waspada dan pintar membaca kondisi yang menguntungkan. Ketika lawan (bisnis, belajar dll) sedang menghadapi masalah pribadi maupun ada kekacauan intern maka kesempatan emas untuk mengalahkannya.
18. Ketika musuh kuat dan efektif, bersiaplah sungguh-sungguh dan siap untuk menghadapi
| H |
idup adalah pilihan dan pilihan itu ada persaingan, persaingan ada yang menang dan kalah. Ketika orang yang kita hadapi lebih unggul(skill, knowledge, money, fisik dsb) maka kita juga harus menyusun peta kekuatan minimal sama dengan orang yang akan dihadapi.
19. Ketika musuh jauh lebih unggul dan sangat ganas, adalah lebih baik untuk menghindarinya
| P |
ada saat lawan memiliki kompetensi yang unggul dalam segala bidang dan mempunyai persiapan yang matang, maka lebih baik mundur (bukan berarti kalah/ mengalah) , apabila maju akan kalah (membuang waktu, tenaga dan pikiran) lebih baik mundur dengan tujuan menyusun rencana selanjutnya yang lebih matang dan efektif.
20. Ketika musuh mudah dibuat marah, carilah jalan untuk menggusarkan dan menjengkelkan
| K |
etika kelemahan lawan telag terbaca maka , sebaiknya kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya. Apabila ia cenderung temperamental maka ini merupakan lubang kekalahan yang ia gali sendiri.
Jika sedang marah, dengan ini dapat dipancing untuk menaikkan kemarahan. Dalam kondisi ini ia akan sangat lemah dan tidak waspada, sehingga mudah digulingkan. Tanpa membutuhkan tenaga, waktu dan uang yang banyak kita dapat memperoleh kesempatan emas.
21. Ketika musuh memandang rendah anda, hendaklah anda semakin mendorong kesombongannya
| T |
erkadang orang yang merasa memiliki kemampuan dan keahlian, ia akan lebih mudah memandang rendah orang yang akan ia hadapi (namun tergantung individu). Jika ia melakukan ini berarti ia telah memenggal kepala sendiri. Menghadapi orang yang berkarakter ini, sangatlah mudah yaitu dengan membiarkan kesombongan menguasainya dan mendorongnya untuk lebih sombong. Ia akan cepat lupa daratan dan mudah dikalahkan. Ibarat peribahasa senjata makan tuan. Jadi kita harus menghargai orang lain sekecil apapun jabatan, harta maupun kemampuan. Ini merupakan sifat manusia yang terbatas (hanya Allah yang tidak dibatasi ruang dan waktu). Terkadang orang yang kita remehkan suatu saat ia akan lebih dari kita dan menjadi dewa penolong.
22. Ketika musuh beristirahaht dengan baik (segan), gunakanlah berbagai cara untuk membuatnya lelah
| J |
angan pernah membiarkan lawan (musuh santai menikamati yang ia punya ). Buatlah ia untuk sibuk dengan segala masalah yang ada atau peristiwa (umpan) dan biarkan kelelahan. Ketika ia sudah sangat lelah giliran kita mengambil peta kendali. Dan segera mengambil posisi.
23. Dengan perencanaan yang kurang menyeluruh / terinci, seseorang tidak dapat menang
| D |
alam menjalankan rencana maka harus dibuat rencana (strategi dan taktik)yang tepat. Sehingga akan lebih mudah mencapai tujuan yang di inginkan. Namun bila kita langsung bertindak tanpa ada acuan dan rencana yang menarik kita, maka kegagalan sudah menanti di depan mata. Rencana tanpa tindakan adalah kosong, tindakan tanpa rencana adalah sombong.
24. Betapa pastinya kekalahan bila seseorang tidak merencanakan sama sekali
| R |
encana tanpa tindakan adalah kesombongan, dimana ia merasa mampu menang tanpa rencana dengan mengandalkan skill dan knowledge yang dimiliki. Kesombongan akan menghancurkan pribadi dan masa depan. Seperti dalam manajemen POAC (Planning, Organising, Action dan check ) dimana awal tindakan adalah rencana yang diorganisir, baru melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan menngevaluasi untuk mengambill kebijakan selanjutnya. Sebelum menyusun rencana hendaknya telah mempersiapkan semua keperluan dan mempelajari semua kemungkinan. Dalam negosiasi hendaknya rencana yang siapkan lebih dari satu, hal ini untuk mengantisipasi jalan buntu. Dimana akan mengambil win-win solution atau win-loose.
25. Dengan mengamati bagaimana perencanaan dilakukan, saya dapat meramalkan kemenangan dan kekalahan
| R |
encana yang baik dan matang pasti akan memberikan kemenangan dan keuntungan. Seseorang yang melangkah tanpa adanya rencana bagai orang buta berjalan, meraba-raba dengan tak pasti. Tanpa rencana maka apa yang dilakukan membuang-buang waktu. Jika rencana sudah matang maka dapat bertindak sesuai dengan strategi yang telah disusun.
26. Bila burung bangau dan remis besar berkelahi, nelayan akan mendapatkan keuntungan
| S |
Ituasi yang tercipta akibat kekacuan yang muncul jika para orang penting (berkuasa) saling bertikai maka akan menciptakan peluang bagi orang kecil(rakyat). Mereka saling berebut kepentingan masing-masing dan telah lengah bahwa ada orang yang mengambil kesempatan ini.
27. Bila belalang sembah memusatkan perhatian untuk menangkap belalang lainnya, ia tidak bisa melihat burung pipit di belakangnya
| o |
rang yang terlalu fokus pada targetnya dan mengesampingkan hal yang lain, maka bisa terjatuh. Tidak disadari bahwa dibelakangnya ada musuh yang lebih kuat dan siap untuk mengalahkannya. Hanya karena ia terlalu fokus pada tujuan kecil yang ingin dia dapatkan. Padahal sudah ada musuh lain yang mengintanya tanpa ia sadari. Dalam segala hal kita harus selalu waspada dan peka terhadap sekitar.
28. Ia yang tidak mengenal pihak lain dan dirinya sendiri cenderung kalah dalam setiap pertempuran
| P |
emahaman tentang karakter pribadi dan orang lain akan sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Seseorang harus tahu seberapa jauh ia mampu dan kelemahan yang ia miliki. Dengan hal ini maka ia akan mampu menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan yang ia miliki. Tidak cukup itu,
29. Ia yang tidak mengenal pihak lain tetapi mengenal diri sendiri memiliki suatu peluang yang seimbang untuk menang/ kalah
| K |
Ondisi yang ada menuntut seseorang mampu menempatkan diri dengan baik. Orang yang unggul adalah yang mampu melihat kelebihan yang ia miliki. Ini mampu mengantar pada gerbang kemenangan maupun jurang kekalahan. Ia harus pandai-pandai melihat situasi yang terjadi. Adakalanya ia mampu memanfaatkan kemampuannya untuk meraih tujuannya.
30. Kenali cuaca, kenali dataran maka kemenangan tidak terbatas
| S |
Etiap orang selalu mengharapkan yang terbaik dalam hidupnya. Orang yang mampu melihat kondisi yang terjadi dan mampu mengenal sejauh kemampuan dirinya dan mampu menempatkan diri adalah pemenang. Kepekaan akan apa yang terjadi modal utama meraih impiannya. Senjata tanpa batas untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan sejati.
memahami orang lain juga sangat menentukan kesuksesannya. Dengan memahami orang lain maka kita akan mampu menempatkan diri pada situasi yang baik demi kelancaran tujuan.