Selasa, 16 Maret 2010

abang becak ayahku sayang

Saat petang masih membayang
sungguh gelap bumi ini
tak ada tanda kehidupan
sang jantan b'kokok di pojok desa
tanda pagi akan tiba
inilah hariku,inilah hidupku
tak ada satupun yg mampu mengusik
tiada orang yg merebut
hentak kaki memecah sunyi
kalah dg mata yg sayup tak bisa berkompromi_
terseret langkah malas meninggalkan peraduan

ku tatap anak istriku yg msh terlelap
terbuai_terlena mengharukan
entah apa mimpi mereka kini
di atas ranjau hebat manusiawi

kuraih kain kebesaranku
sutera compang camping menghiasi kulit keriputku
dingin benar sang bayu membelai lembut tubuhku
tak lupa caping kehormatan menemaniku
ku kalungkan tanda jasaku
persiapan menahan peluh

terseret langkah demi langkah
ku kayuh becak tuaku
terbata-bata doa pengharapan terucap
kepada sang Illahi..

Setiap kayuh nafas kehidupan
meniti jalan panjang
mengais sisa-sisa recehan
persembahan anak istri tersayang

tak t'putus harap dan kenang
tak berujung impian
belas kasih tak pernah ku mau
hilir mudik warnai rupa perjuangan
perjuangan kecil memikul cita dan cinta sejatiku
tak ku rasa lelah
tak mau menyerah
b'modal nafas terengah-engah
mengantar ke gerbang akhir zaman

puisi ini teruntuk ayah2 pejuang keluarga dan siapapun yg akan mjd ayah..