Kamis, 05 April 2012

Bualan Sang Penyair

Satu per satu kata-kata tak bermakna terangkai indah
Menciptakan pesan manis bagi jutaan manusia
Yang perlahan terlena oleh bualan sang penyair
terdengar merdu di telinga pendengar setia
Mengantar ke gerbang tirai impian

Desahan nafas yang mengiring setiap bait syair
Mengurai kekaguman dari para pemuja
Yang rela memberikan belajahan jiwanya tanpa bayaran sepeserpun
bahkan bersedia memikul keranda sang penyair
lewat tandu teristimewa ke lembah di penghujung surga

Penyair itu bukan pembual keyakinan yang membatu di benak mereka
Hey,,tapi kau harus ingat "pembual itu belum tentu penyair" ucap sang penyair
Iringan syair yang ku dendangkan hanya rayuan
Aku terlalu pandai membohongi kalian
Seolah-olah aku mampu mendengar isi hatimu
Dan menorehkannya pada selembar kertas dengan tinta emasku
Menjadi ungkapan terpendam
Padahal itu bualanku saja