Merdu irama pagi ini
Tak sadar aku terbangun dari altar mimpi
Dengan sayup bola mata ini mulai memutar lensa bayang semu
Mulai ku hitung tanpa tertinggal satupun angka perlambang usia senjaku
Ku tengok seisi ruangan mencoba mencari hati yang masih tetap tinggal
di tubuh yang mulai menyongsong senja tapi masih tanpa arti
Sebentar saja petir kencang menyambar ingatanku
Kilat itu menghadirkan bayang perempuan dengan senyum tenang
Dengan lembut membelai pipiku dan melayangkan kecupan di kening begitu mesra
Dia bukan sosok yang selama ini ku bangunkan istana mimpi tentang seorang wanita
Sungguh sangat berbeda, paras yang tak nampak jelita
Namun damai ketika ku mulai mencuri pandangnya
Kenyamanan bersanding tak tertandingi oleh apapun, siapapun dan sampai kapanpun
Aku hanya mampu mengucap ribuan kata sayang dan luapan rindu yang menderu
Mungkinkah dia yang aku tunggu selama ini??
Sangat jelas hati kecilku berisyarat bahwa benar dia yang ku tunggu
Dan kini dia ada di pelukku