Kamis, 05 April 2012

Doa Lewat Syair Puisi

Satukan, hati dan pikiran di keheningan ini
Menikmati desir angin mendendangkan irama kedamaian
Menghembuskan kesejukan dalam panas dunia
Selintas pengharapan tertuju pada pencipta alam
Menggumam rentetan kata pengaduan
Atas setiap kesedihan yang pernah singgah
Menuntut keceriaan dalam sepinya hidup yang kau hadirkan

Sesaat mataku terpejam dengan segenap ketulusan
Tuhan jemput aku menuju surga firdausmu
agar ku mampu mensyukuri butiran nikmat tiada tara
Hanya melantunkan pujian terindah atas kebesaranmu
Lewat nada-nada dzikir paling merdu sejagad

Harap aku seperti malaikatmu
Mampu menolong kawan-kawanku yang kini tengah gelisah
Menuntunnya dalam terang menyeberangi jembatan dunia fana
Mengurangi sedikit beban yang membungkukkan punggung mereka
Jika ku mampu akan ku antar mereka mengelilingi langit punggawa dunia
Sungguh aku tak harapkan imbalan berlebih

Selintas senyum tulus merekah indah dari bibir mereka
Cukup sudah membuatku lebih berarti
Andai ku mampu aku tak ingin terjaga dari doa yang ku sampaikan lewat syair puisi
Dari penggembala pujangga kehidupan