Sesaat terpisah oleh realita hidup yang tak mampu kau tembus
Dalam gagahnya ragamu
Bayangmu masih kuat mengikatku
Sedetikpun tak mampu lepas oleh ingatanku akan kau
Naluri mencoba berbohong tak pernah merinduimu
Berpura-pura tegar meski tak mampu jumpa
Kadang aku putus asa untuk menjalani sisa hidup ini
Kau memang cinta pertama dan terakhirku
Lelah otakku penuh akan potretmu
Semampuku mencoba menghapusnya sedikit saja
Agar ku mampu membuka hari
Sejenak menghirup aroma tubuhmu
Memberi ruang pada sosok lain mengisi hariku
Namun tak pernah mampu
Menggeser cerita sesaat saja
Kini aku terlalu rapuh
Lumpuh seperti pesakitan
Bahkan rasa itu telah melebur dalam benam sakit tanpamu
Sadari kita sungguh berbeda tak mampu bersatu dalam beda
Melintasi hidup tanpamu diatas rapuhku
Meski ku sangat lelah