Di pagi yang masih sangat buta
Aku dan kawanku harus beranjak dari tahta kebesaran sang malam
Tempat yang Tuhan sempatkan melepas kepenatan sesaat
Dengan membangun imaji indah atas bangkitnya khayal
Dari lukisan perjalanan kami anak jalanan
Kami tak punya kesempatan layaknya para juragan
Ataupun sejenak singgah di singgasana para pejabat yang buta
Akan arti kemanusiaan dan persaudaraan
Apalagi paham arti kejujuran dan keadilan
Atas nama rakyat dan kami anak jalanan mereka meraup ribuan butir nasi
Bahkan lupa akan setetes darah yang jadi hak kami
Tapi kami di karpet kebesaran sepanjang jalan berliku
Dan tajam penuh duri
Kami berjabat tangan dan merangkul pundak kawan
Berjalan menuju gerbang kemerdekaan yang tak mampu mereka miliki
Melangkah pasti dengan riang tanpa beban
Dan membawa pesan kedamaian