Kamis, 05 April 2012

Diam Penuh Harap

terdiam, tersipu malu
saat jumpa dengan belahan jiwa yang lama terpisah
terasa kaku lidah ini menarikan kata-kata sapa
gemetar mengucap kangen terpendam yang kini sudah beku
teruntuk sosok lelaki yang kini ada di depanku
yang aku sendiri hampir lupa bagaimana rupanya

mantan kekasih yang kini datang dengan senyuman
mencoba menuntun aku kembali menapaki
untaian kisah klasik di masa silam
masa-masa tiada hari tanpa hadirnya

perlahan aku arahkan pikiran ini untuk mengingatnya
saat dia memelukku dikala aku rapuh
saat ku melepas keletihan di pangkuannya
dengan hati dan kasihnya menatih aku menuju hidup yang lebih bermakna

arti kehadiran sesosok manusia tak tergantikan
kenangan indah dan kesediaan saling berbagi apapun
merajut mimpi yang sempat tertunda
teriring canda tawa
menghabiskan waktu penuh harap
agar ku mampu luapkan seluruh emosi jiwa
dan ku cintaimu sampai ruh ini terlepas dari raga
memeluknya erat dan tak akan ku biarkan kau pergi lagi