mengiringi gerimis air mata suci
nan membasahi lembah pipi sang gadis
berbisik kata-kata teruntuk pujaan hatinya
menyampaikan lewat rantai gerbong pesan pada kekasih di ujung jalan
halus menyentuh nurani manusia
setetes sedih dan lara terangkai memikat
ketakutan membayang hadirkan perpisahan antara kita
sepenggal kata kehilangan tak mampu lukiskan hamparan bahagia membingkai
curahan mendalam bercakap antar hati
berusaha menguatkan membangun tangga menuju puncak keabadian
andai ku tak mampu tanpamu
akan kuabadikan dirimu tanpa nafas
mengubur dalam nurani terdalam
tersimpan segudang kisah dan kenangan tiada tanding
tak akan pernah melupakan
apalagi terbesit benci
tak seorangpun mampu miliki hati dan cintamu
meski ragamu kini tetap kokoh disana
kau hanyalah jasad tanpa ruh
segenap dirimu tlah ku miliki tersimpan dalam keabadian