Purnama diatas rona gelap muramnya hari
Menjadi saksi gelisah jiwa seorang diri
Menghangatkan tubuh menggigil kedinginan lewat balutan sang purnama
Mendekap dalam belaian bayu
Dengan setia menusuk tulangku
Berbisik lembut dalam sentuhan pori-pori sekujur tubuh
"Sayang",,,, terdengar merdu menyapaku
suara yang tak asing ditelinga ini
Menyapa manja dan menggoda
Sayang,,,,masih ingatkah kau dengan aku??
Sedikit mengganggu saraf-saraf otakku
Aku balas dengan perbincangan hangat
Mengikuti irama rerumputan liar berselimut malam
Tentu saja aku ingat kamu'
Tentu saja aku tak pernah bisa lupakanmu
Bahkan aku tak pernah mampu lalui iringan awan di langit biru tanpamu
Perlahan masuklah ke dalam kalbuku
Berjalanlah nikmati pemandangan yang ada
Liatlah pegunungan bertumpukkan rinduku padamu
Yang karena waktu aku harus tahan
Yang karena jarak aku harus simpan
Yang karena ruang aku harus abadikan
Namun masih ada penghiburan rindu menanti kehadiranmu
Aku selalu bernyanyi dengan satu syair
"Rindu tertahan, rindu terlarang"
Sampai kau datang meminjamkan bahumu untuk melepas kerinduanku